Sabtu, 28 September 2024

Istana Pasir

    Seperti biasa langkahku tertatih-tatih, adakalanya aku melangkah namun sebaliknya aku berhenti bahkan mundur lebih jauh. Seperti istana pasir yang susah payah aku bangun namun jaraknya terlalu dekat dengan garis pantai tak luput dari deburan ombak yang menyapu bersih tak tersisa. Aku mencoba untuk membangunnya lagi dan lagi tanpa henti dan percaya semua itu bisa kokoh berdiri, namun sayang ombak yang lebih kencang tak memperdulikan sekuat apa keyakinanku.

    Semua ini memang salahku, aku memilihnya, aku menukarnya dengan harapan yang entah aku semakin ragu gambarannya saja samar di benakku. Kenapa harus ada kondisi seperti ini? seakan aku bertekad dan seakan aku menyerah, dari mana asalnya sehingga terjadi seperti ini? pesan apa yang semesta berikan untukku hingga ku merasa semuanya terasa tidak seperti seharusnya.

    Akan aku maafkan diriku sendiri, akan aku maafkan penyebab masalah itu, akan aku ciptakan lagi harapanku meskipun harus dengan langkah goyah dan  entah kapan akan bisa berubah menjadi langkah pasti bahkan berlari, harapan yang samar sebelum pudar dan hilang tak bersisa, terima kasih sudah sejauh ini wahai diri, aku tau tak ada yang mudah dan memang akan selalu begitu, Tuhan selalu punya cara agar aku belajar, tidak semudah itu bahkan untuk hal yang sederhana, ini bukan mindset yang terbentuk dan menjadikannya sulit. Nyatanya memang butuh proses semenjak aku dihadirkan dan memilih untuk segala yang terjadi pada hidup.

    Akan aku sudahi tipuan ini, menipu diri seolah semuanya baik-baik saja dan berjalan seperti seharusnya, padahal kenyataanya aku terseok-seok terseret arus deras dan berulang kali aku tersangkut untuk bertahan hidup. Terima saja ini semua memang memuakkan dan penuh dengan ketidakadilan. Inilah hidup dengan segala kejutannya. Izinkan aku bangun lagi istanaku meskipun aku tau tidak ada jaminan untuk bisa kokoh berdiri, akan selalu ada ombak yang menyapu bersih bahkan air pasang dan juga badai, sebelum energiku benar benar tak tersisa. Aku tau istanaku mudah runtuh dengan apapun bahkan oleh diriku sendiri yang menghancurkannya bukan hal yang tidak mungkin. 

    Jika aku diberikan kesabaran dan kesabaran itu masih bisa menjadi perisai dari kesedihan aku akan melanjutkannya terus begitu, kebisingan itu bukan lagi gangguan untukku, aku sedang mencari jalan keluarku sendiri tanpa mengganggu. Aku hanya ingin bertahan dengan harapan dan menghadapi segalanya. Mungkin saja istana yang berdiri kokoh itu rasanya sulit dan mudah hancur tapi seringnya aku menbangun di pikiranku istana itu berdiri dan tergambar dengan indah sehingga aku terbiasa dan dapat menceritakan karena aku benar-benar menjalani prosesnya. Tolong berikan kesempatan aku ingin menang dan aku harus memastikannya melawan pikiranku dan menjadikannya seakan nyata hidupku.

Rabu, 17 April 2024

Tiga Puluh

     Mimpiku tinggi setinggi anganku yang membuatku selalu percaya bahwa aku bisa mencapainya, namun semakin aku berusaha rasanya semakin jauh bayangannya pudar jejaknya hilang dan yang tersisa hanya butiran kegelisahan. Usiaku kepala tiga sekarang, dan aku  berterima kasih masih diberikan kesempatan hidup setidaknya aku tau bahwa aku masih menyaksikan drama kehidupan yang tetap berjalan. 

    Tidak menyangka bahwa akan ada masanya senyuman tulus menjadi terasa sulit jika harus selalu ada alasan kebahagiaan dibaliknya. Tidak menyangka bahwa senyuman juga dapat dipalsukan, dan tidak menyangka bahwa senyumanku tidak bersambut dengan alasan kebahagiaan tapi terkadang sebaliknya aku mulai tersenyum dengan hati yang pilu dan alasan yang lain. Kadang aku takut apakah respon dari tubuhku sudah mulai menggila tidak sesuai dengan tugasnya, senyuman indah itu berubah menjadi respon kepalsuan diri atas tindakan cepat yang aku pilih, bukan, bukan respon tubuhku yang salah, bukan juga pilihanku tapi inilah hidup, kehidupan sesungguhnya yang harus aku terima.

    Terkadang jawaban singkat berandai-andai selalu berputar di kepala, tidak menyalahkan pilihanku dan jalan hidupku, namun semakin dipikirkan semakin sesak rasanya di dada. Aku mulai menerima apapun yang akan melekat padaku dari penilaian orang lain itu bukan urusanku dan itu adalah pilihan mereka, jika parameter kebahagian itu seperti yang dikatakan setiap orang mungkin aku adalah antiheronya di sini bukan berarti aku pahlawan karena untuk menolong diri sendiri saja aku masih belum mampu dan itu tidak mengapa karena masih aku usahakan.

    Suamiku bilang aku orang yang sial karena selalu memiliki drama dalam hidupnya, awalnya aku termenung dan bertanya dalam benak, "apa benar yang dikatakan olehnya?" padahal aku selalu berusaha menerima apapun yang terjadi bukan berarti aku sudi dengan semua drama kehidupan yang ada, tapi aku tidak mau berlarut dalam suatu hal yang sebenarnya dapat aku hadapi meskipun penuh deraian air mata. Beruntungnya aku memiliki orang-orang yang selalu memberiku semangat dan nasihat yang membuat resah hatiku seperti terobati.

    Semuanya terasa dipersimpangan, aku tidak bisa memutuskan antara hitam atau putih karena spetrum warna itu sangat beragam diantara keduanya yang paling memungkinkan itu abu-abu, aku juga tidak tau antara ingin dan tidak ingin karena keduanya bisa muncul secara bergantian, semua terasa membingungkan seperti kata Aldi Taher, entah bahagia ataupun sedih karena gembira juga bersama duka. Tapi satu yang selalu aku yakini bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

    Aku tidak ingin menujukan ekpresi diri yang berlebihan dan tidak ingin menjadi pusat perhatian, ada atau tidak ada orang lain menganggap kehadiranku aku terima. Aku sudah tidak khawatir lagi dengan lukaku yang sudah aku anggap sembuh meskipun kadang tergores dan aku tidak dapat menghindarinya, aku sudah memafkan semua orang yang pernah membuatku terganggu dan akupun berharap begitu, dimaafkan oleh semua orang yang merasa terganggu olehku, aku tidak peduli dengan penilaian orang lain terhadapku karena akupun tidak ingin menilai orang lain hanya dari sudut pandang yang aku miliki tanpa tau apa yang sudah mereka hadapi rasanya tidak adil, aku tidak butuh disukai oleh semua orang karena aku juga tidak bisa menyukai semua orang, aku hanya perlu bersyukur dengan apa yang aku miliki dan tidak aku miliki atau belum aku miliki sekarang, semua itu baik untukku tetapi aku saja yang tidak menyadarinya. 

    Dari paragraf terakhir ini aku hanya ingin sampaikan bahwa plot twist kehidupan itu benar adanya, dan aku harus menerima bahwa biaya pemeliharaan untuk membuang sampah di rumah selebritis itu jauh lebih besar dari gaji yang aku terima untuk satu bulan, ironis memang tapi tidak mengapa itulah hidup yang aku tau di usia tiga puluh, aku sangat bersyukur karena aku bukanlah selebritis yang perlu repot-repot mengeluarkan biaya yang besar untuk membuang sampah.  Kita masih berjuang dijalan masing-masing semoga kita dapat menjalani hidup di dunia tipu-tipu ini.

Kamis, 16 Maret 2023

Drama Hidup untuk Menjadi Dewasa

Back again with me...

    Sat set sat set, ga kerasa (kerasa deng) udah bulan Maret aja padahal kemarin baru tahun baru rasanya. Cieeee udah 29 tahun aja ultah pas 11 Maret kemarin (bukan pengumuman) rasanya ga ada bedanya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya mungkin yang bakal terasa itu persoalan hidup yang makin berasa drama dan tuntutan menjadi orang dewasa lebih terasa, ga bisa mengedepankan emosi.

    Semakin malas berbicara semakin ada saja hal yang membuatmu harus berbicara mau tidak mau. Semakin menghindari masalah rasanya masalah semakin mendekat seperti layaknya kita adalah medan magnet yang menarik masalah semakin erat. Semakin menahan tangisan sayangnya tangisan menjadi semakin merdu isak tangisnya. Butuh alasan untuk tertawa, bukan karena hal lucu sepele yang bisa membuat bibir tersenyum simpul lagi, tawa itu kalah dengan banyaknya hal yang harus dipikirkan. Meskipun tersenyum hanya menggerakkan 13 otot dibandingkan dengan cemberut yang menggerakkan 72 otot, tetapi kita selalu memilih untuk cemberut, itulah mungkin sebabnya kita selalu lelah karena memerlukan banyak otot yang bekerja.

    Hidup selayaknya waktu akan terus berjalan, apapun yang kita kerjakan, kita tertawakan, kita tangisi, kita tunggu, kita rindukan tak akan banyak yang berubah dengan signifikan. Semuanya butuh proses butuh jalan cerita, butuh waktu, butuh mekanisme. Beberapa hal yang semakin aku sadari dunia tidak hanya berputar untuk diriku, harus mulai menerima bahwa aku bukan tuan putri yang ada dicerita ayahku. Cerita manispun bisa berubah menjadi cerita sadis, aku hanya ingin reliastis tapi mungkin orang memandangnya bengis. Semua yang ditakuti suatu waktu pasti terjadi. That's why itulah hidup.

    Lelah... Sebanyak apapun waktu yang dihabiskan untuk beristirahat rasanya belum pulih, sebanyak apapun hiburan tapi hati masih belum terhibur, aku merasa sangat sering menarik nafas dalam-dalam dan bernafas panjang dan sekelibat terpikir mungkin inilah hidup menjadi dewasa aku semakin sehat hanya dengan sering menarik nafas panjang (asumsi sendiri bukan fakta ilmiah). Aku tidak membandingkan hidupku dan pencapaianku dengan orang lain jika seperti itu betapa gilanya aku dibuatnya. Hanya menjalani hidupku menerima semuanya, dan kebahagiaanku adalah tanggung jawab diriku sendiri. 

   Hahaha... Gimana? gimana? kesannya seberat itukah menjadi dewasa? kesannya kok beraaaaat gitu yah, pasti sih itumh berat badanpun akan bertambah seiring berjalannya waktu karena metabolisme tubuh kita tidak maksimal lagi mungkin (tolong jangan judge wahai ahli di bidang kesehatan). Intinya aku ingin berterima kasih karena situasi sulit itu selalu ada hikmahnya, dan aku juga jadi belajar, aneh emang pas sekolah atau kuliah pengen cepet-cepet lulus karena ga ada ujian lagi dingdong anda salah, setelah lulus, ujian hidup itu nyata adanya welcome to life baby! 

    Dari banyaknya pertanyaanku dihidup ini beberapa sudah menemukan jawabannya dan itulah mungkin keuntungan menjadi dewasa karena tidak akan terpikir pada saat masih remaja. Aku hanya ingin menjalani hariku dengan berjalan seperti biasanya terlepas ada beberapa hal yang dirasa mengganggu tapi kembali lagi itulah hidup aku hanya perlu menerimanya. Aku ingin meminta maaf dengan tulus karena diriku di masa lalu yang belum bisa mengerti dan menerima, akupun memaafkan atas apa yang orang lain perbuat terhadapku sehingga tersita bahkan habis waktuku memikirkan kesalahannya. Akan sesalu ada orang yang menyebalkan bahkan membuat kesal dan marah tapi aku harus sadar bahwa sama halnya aku juga begitu bagi orang lain. Tidak ada alasan untuk membenci orang karena aku jg bisa dibenci tanpa alasan, aku anggap semua itu bagian dari hidup. Apa ini kedewasaan??? entahlah...

     Damai... dengan hidup, pasangan, masa lalu, keyakinan, lingkungan, dan diri sendiri. Meskipun aku bukan simbol dari perdamaian dan bukan super hero yang menolong banyak orang yang kesulitan setidaknya aku sangat tidak ingin menyulitkan orang lain, bahkan mata pelajaran yang aku ajarkan itu jujur sangat sulit, tapi aku selalu tidak ingin menjadikannya sulit, karena disetiap kesulitan pasti ada kemudahan (asyik... ayat ini yang membuatku bertahan bahkan kuliah sudah 10 semester hhaha curcol).

    Entah sampai kapan masih hidup, entah apa yang akan terjadi kedepannya, dalam hidup tidak ingin ada penyesalan, kita harus mempersiapkan amal untuk setelah hidup karena kita tidak tau apa yang akan terjadi. Tidak perlu melawan tidak perlu sembunyi, hidup bukan pelarian, aku harus selalu berusaha memperbaiki seperti lirik lagu Coldplay. Jika masih diberi waktu harapanku adalah ingin hidup sampai tua dan menjadi seperti mbahku seorang nenek yang senyumnya tulus dan selalu bersabar, Seperti biasa terima kasih sudah baca see you next!

Senin, 07 November 2022

Belum Selesai

 Setelah sekian purnama aku tergerak lagi untuk menulis...

Dahlah baca aja yuk curhatan bukan mamah Dedeh ini jangan berharap solusi karena bukan mamah Dedeh dibilangin! (Lho kok ngegas??? maapin)

Saat masih bocil pernahkan liat orang dewasa menjalani hidupnya dengan sangat amat menyenangkan (kelihatannya) sampai-sampai terlintas ''duh kapan yah aku juga gitu?'' bisa punya uang banyak, bisa nyuruh dan klo yang disuruh ga mau bisa berlindung dengan perkataan ''eh klo disuruh tuh harus mau yah sama orang gede, nanti dapet pahala dari Allah'' eh sekalinya kita minta tolong dibilangnya ''ga boleh yah nyuruh-nyuruh sama orang yg lebih gedemh pamali!'' mereka bisa berbicara apapun dan pasti didengarkan, beda klo bocil sudah berkata dibilangnya ''nak kecil tau apa sih?'' (pengalaman pribadi)

Klo waktu bisa diputer lagi, aku dengan sangat meyakinkan diri untuk bilang ngapain sih mikir gitu?? buat ingin jadi orang dewasa???? halooooooo sadar bocil!!! udah jadi bocil aja mending, perkara disuruhmh gpp selama bukan disuruh buat mindahin gunung Merapi ke kutub Utara ini kan. Jujur salah satu hal yang aku sesali adalah pas waktu masih bocil aku sering dibilang seperti orang dewasa karena cara bicara yang tidak menggambarkan anak-anak yang lucu dan imut tapi lebih ke anak yang selalu merasa bukan anak-anak (ngertikan maksudnya?? lebih ke tengsin kali yah jadi bocah padahalmh gpp jadi bocah aja klo bisa pada saat itu)

Impacknya apa??? sekarang setelah melewati jauh dari masa perbocilan itu aku merasa belum siap jadi dewasa (asyik kaya lagu yah? Stop gausah nyanyi) tapi lebih ke inner child mungkin yah atau apalah aku ga tau dan tidak bisa mendiagnosis diri sendiri karena aku bukan psikolog. Aku tidak akan curhat permasalahan hidupku karena setiap orang itu pasti punya masalah dan ketika orang bercerita tentang drama hidupnya ada beberapa hal yang mungkin, yaitu butuh solusi, simpati, dukungan, atau apresiasi sekalipun validasi ntahlah...

Sat set sat set hidup cepet banget yah padahal waktunya sama aja satuan, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun tidak ada yang berbeda dan tidak berubah tidak akan dikorupsi karena ini berjalan dengan alamiah dan dari Tuhan bukan hasil modifikasi manusia jadi pasti akurat. Yang berubah itu apa yang kita lewati saat menjalani waktu tersebut? apakah hal yang bermanfaat? atau sebaliknya, kita membuang waktu dengan percuma? (mulai rada sadar) dan lagi yang pasti berubah itu usia kita, tentu saja menjadi bertambah dan faktanya jatah waktu hidup di dunia menjadi berkurang gambarannya seperti grafik linier.

Dari semua fase kehidupan ini orang terdahulu memberikan solusi agar hidup kita punya rute yang seperti timeline dalam kehidupan. Saat awal kita dilahirkan kita hadir ke dunia dengan sambutan hangat dan jutaan do'a yang terucap dan tentu saja jangan dilupakan dengan jutaan harapan dan ekspektasi yang diberikan (sedikit kejam namun itu faktanya). Bayi-bayi yang menggemaskan selalu dibanding-bandingkan dengan bayi yang lain perkembangan dan pertumbuhannya dan menjadi kekhawatiran bagi orang tuanya bahkan pada saat dalam kandunganpun kekhawatiran itu selalu hadir. (apa yang harus kita ekpektasikan dari bayi?? harus udah bisa ngetik 10 jari dan hafal silsilah keluarga 7 turunan gitu?) mungkin tidak semuanya sama tapi garis besarnya mungkin seperti itu, dan sekarang aku berada diusia menjelang 30 tahun yang katanya sedang menghadapi quarter life crisis (klo ga tau bisa googling aja hp nya canggih kok) merasakan keraguan pada timeline hidup yang sebenarnya aku gpp sih tapi kenapa-kenapa juga (bingung ga tuh??) Siapa sih yang bilang nikah diatas 30 tahun itu telat? setelah nikah harus langsung punya anak? usia 30 punya rumah dengan kerjaan yang menjamin? belum bisa sempurna ibadah klo belum nikah? belum disebut ibu klo belum bisa punya anak? melahirkan harus normal? susunya harus ASI ga sufor? anaknya nambah lagi? anaknya masuk sekolah bagus? suaminya ga selingkuh? harus jadi istri yang setia nurut suami? rela di KDRT yang penting nurut suami (mata dicongkel aman yh bund?? oh aman yh nanti mati jg jadi syahid) ga punya hutang? bayar PBJS? bayar pajak? punya asuransi? berlangganan Netflix? whatttt whatttttt whaaaaaaaaatt????? (lama-lama mulai alig)

Itu semua hanya tipuan kehidupan, kita harus sadar timelinenya kan beda-beda. Jadi pada saat ada yang berbedapun sebaiknya kita bisa mengerti tanpa harus menghakimi, seseorang terlihat seperti tidak ingin menikah mungkin karena dia 100% menghindari perceraian karena setelah menikah kemungkinan perceraian bisa terjadi 50% (yaiyalah gimana mau cerai nikah jg ngga). Biarpun bercerai tidak harus jadi bahan gosip sekalinya tidak dianjurkan di agama tapi jika itu sudah dirasa solusi yang paling baik kenapa tidak? karena hidup ini pilihan. Pasangan yang telah menikah dan belum punya anak itu bukan hal yang aneh jangan cepat menilai bahwa usaha dan do'anya kurang karena kita tidak pernah tau usaha apa yang sudah dilakukan. Belum punya rumah mentereng gpp masih ada rumah mertua, orang tua, atau kontrakan juga masih bisa menjadi tempat berlindung paling aman pada saat cuaca sedang kurang bersahabat, bentuk badan yang kita idam-idamkan tidak akan menjamin suami tidak selingkuh sekelas Behati Prinsloo yang punya badan paras dan kehidupannya dirasa sempurnapun tidak membuat suaminya selalu setia (korban gosip Adam Levine) suamimu menerima dan mencintaimu bund dan itu sangat patut untuk disyukuri meskipun kita adalah kembaran dugong, it's okay suami senang melihat istrinya cantik tapi dia jg akan khawatir jika cantiknya bukan hanya untuknya. Anak kita yang selalu membuat kita serasa ada di wahana roller coaster dan seolah ingin seketika menghilang sekejap karena ulahnya adalah dambaan bagi pasangan yang menginginkan kehadirannya tapi sayang tidak seberuntung bunda yang dengan cepat mendapat kehadirannya. Uang yang mati-matian kita kejar dan selalu menghindar sepertinya menjadi musuh sekaligus bestie adalah sesuatu yang paling tidak kita masih bertekad untuk mencarinya sebagian dari kita mungkin jangankan uang hidup saja sudah tak ada hasrat dan gairah. tentu saja kesehatan kita juga sangat penting dan harus kita sadari, tubuh punya hak yang harus kita penuhi olahraga dan istirahatnya, juga makanan yang lebih baik ketimbang indomie dan seblak level 10. Kehadiran orang yang menyebalkan dihidup kita entah itu bos, rekan kerja, teman, mertua, ortu, sodara, tetangga, orang random adalah pelengkap dihidup kita untuk menguji level kesabaran diri. Segala hal yang membuat kita kesal, uring-uringan, unmood, badmood, sedih, marah, benci, bahagia, itu memang seharusnya ada.

Semua akan mengkerucut pada satu hastag andalan hidupku #ahsudahlah. Dan yang harus kita ingat kita tidak perlu selalu menjadi korban dari permasalahan yang ada dan mencari orang lain yang bertanggung jawab atas kehidupan kita yang kurang dirasa pas. Entah itu sistem, orang, feeling, benda kesayangan, peliharaan kesayangan, semua itu bisa membuat bahagia dan sebaliknya. mau bersyukur atau tidak kita tidak harus memaksakan kepada orang lain karena kita merasakan begitu banyaknya nikmat hidup yang Tuhan berikan. Kita masih bisa bernapas dengan paru-paru yang normal tanpa kita sadari, berkedip dengan jutaan kali dalam sehari tanpa kita pedulikan apa lagi????? apakah benar seandainya waktu bisa diputar kita akan bahagia? apa kita akan membuang waktu yang berharga kita untuk berjuang kembali dan mengulang luka yang sudah dilalui juga waktu berbahagia (jadi ga seru lagi ath yh) seandainya waktu diputar? Inilah hidup...

Jika pernah kita merasa pelajaran yang telah lalu di kelas sebelumnya menjadi lebih mudah karena kita menemukan permasalahan yang lebih sulit sekarang, mungkin hidup seperti itu. apa benar akan bahagia setelah lulus sekolah? apa benar bahagia setelah bekerja? apa benar bahagia setelah menikah? apa benar bahagia setelah memiliki anak? kita balik pertanyaannya yh, apa benar bahagia setelah hidup? (eh setelah hidup kan bukannya mati???) entahlah...

Selagi bisa, selagi masih ada waktu, dan selagi hidup aku akan menjalaninya, tidak ada pilihan lain hanya perlu menjalaninya, menolakpun waktu tetap berjalan sampai habis, tetapi menjalaninya itu memang tidak mudah dan itu tidak apa-apa, semua orang merasakan kekhawatiran, rasa takut, rasa sedih, dan bahagia, bersyukur bukan psikopat yang tanpa perasaan apapun. Dunia memang membingungkan. Tapi aku hanya perlu menjalaninya...

Terima kasih udah baca (komen yh hhehe)

Sabtu, 10 September 2022

THE FLATFORM

Tahun 2019 lalu aku pernah menonton film di Netflix yang menceritakan tentang perjuangan seorang laki-laki yang bertahan hidup di penjara. Film ini adalah film yang berasal dari negara Spanyol berbeda dengan film garapan US film ini tidak kalah menarik untuk kita tonton dikala butuh hiburan dengan tema cerita yang sedikit nyeleneh dari kebanyakan film happy ending yang lainnya. Jujur untuk filmnya sendiri ini bukanlah film yang sangat menyenangkan tapi kita penonton disuguhkan dengan kejadian yang benar-benar mencengangkan. Bukan film ringan bahkan cenderung berat dan kita akan dibuat untuk banyak berpikir, tontonan ini hanya untuk dewasa bukan untuk semua usia. Netflix melabeli film The Platform untuk usia 18+ karena mungkin kengerian yang kurang baik jika ditonton anak-anak. 

Tiga tahun yang lalu pengalaman menikmati film The Platform tidak terlupakan, bahkan jika ada yang menyinggung tentang film ini, aku menganggap masih sangat menarik. Dengan tema yang tidak biasa tapi dapat menghadirkan semua perasaan menjadi satu, seperti senang, sedih, jiji, ngeri, marah, kesal, sakit, terharu, dan berharap, semua hadir secara bergantian.

Dari The Platform aku banyak belajar tentang kehidupan, tidak harus sama seperti yang dirasakan oleh aktornya, tapi sistem yang ada pada film sangat relevan dengan kehidupan yang saat ini kita jalani. Orang yang kedudukannya berada di atas cenderung enggan untuk melihat ke bawah atau mereka akan tetap serakah dan menikmati apa yang ada padanya, begitupun orang yang kedudukannya di bawah mereka terus berharap untuk secepatnya bisa berada di atas dan ingin menikmati semua yang bisa dinikmati. Sesempurna apapun sistemnya tapi pada saat dilapangan semua itu akan sia-sia. Orang yang berada di atas akan tetap tidak menghiraukan orang yang berada di bawah. 

Jika film The Platform menggambarkan kehidupan dengan kedudukan atas dan bawah, mungkin penyanyi Roma Irama terlebih dahulu mengatakan dalam lirik lagunya yang berbunyi "yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin" begitulah sesungguhnya kehidupan. Ibarat roda yang berputar kedudukan juga sama halnya menjadi sama, kadang di atas dan kadang di bawah. Jujur karena diri ini hanya seorang pegawai yang berharap gaji setiap bulan untuk menyambung hidup, sehari rasanya menjadi kaya dan sisanya menjadi orang yang biasa saja bahkan cenderung menjadi orang yang butuh bantuan jika dirasa saldo rekening sudah limit.

Tidak apa-apa namanya juga hidup, aku selalu bergumam karena aku tidak dilahirkan dengan sendok emas atau seberuntung Raffatar yang serba berkecukupan, bukan salah orang tuaku, juga bukan salah diriku, yang menjadi tugasku adalah agar aku menjalani hidup dengan rasa syukur dan tanggung jawab terhadap diriku sendiri atau hidupku ini. Tidak perlu menjadi Sisca Kohl karena itu tidak mungkin, aku masih belajar menerima dan menjadi diriku sendiri.

Terima kasih untuk sineas yang menghadirkan film The Flatform sungguh sangat berkesan dan penuh dengan pesan, dan isu sosial, dari film ini aku jadi mengerti untuk menjalani hidup. Hiduplah dengan kemampuan yang ada dan tetap slaaaaaaaaayyyy (apa sih? maaf maaf)

Intinya coba tonton aja filmnya, mungkin tidak untuk semua orang karena selera orang itu berbeda. Seperti bisanya terima kasih untuk pembaca yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisanku yang random ini. 

Jumat, 25 Juni 2021

MENIKAH

Assalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh...

Setelah lama menghilang akhirnya muncul lagi (padahal ga ada yang nungguin jg sih) oke baiklah entah apa yang terjadi pada diri ini sehingga tergerak untuk menulis kembali di blog tercinta yang hampir terlupakan keberadaannya. Hey aku masih ada masih mau nulis kok tenang, dengan status barunya tentu saja (SOMBONG ANDA!!!!) 

Terakhir aku nulis itukan awal 2020, eh yang biasanya nulis berkala tapi karena drama-drama kehidupan terus menerus ga ada liburnya, jadi ga ada tulisan gaje aku hingga waktu sekarang ini baru deh nulis lagi. Sebenernya banyak banget yang terjadi di tahun kemarin, cuma ga tau kenapa males aja bawaannya. Maka dari itu (ceilah) aku mau rangkum aja semuanya semoga ngga males kaya aku yh bacanya hhehehe

Oh iya, makasih yh udah mau baca (udahlah cepetan) basa-basinya udah tadi. Tahun 2020 itu tahun yang menjadi mimpi buruk bagi semua orang (mungkin) yang tadinya hidup itu normal-normal aja eh pas tahun 2020 semua berubah dengan tidak pernah di sangka-sangka. Pandemi melanda Negeriku dan hingga saat inipun masih belum berakhir. Aku ga usah ceritain lengkapnya seperti apa karena di media manapun berita ini tidak ada hentinya, jika yang membaca berasal dari masa depan kamu bisa mencarinya di internet apa yang terjadi di tahun 2020, jika tulisanku adalah masa lalu dan pandemi sudah mereda aku, kami, kita sekarang dipertengahan 2021 masih berjuang bertahan dan berharap semua kembali seperti semula. 

Fokus!!! baca judulnya! Oke benar aku menikah di tahun 2020 tepatnya tanggal 7 Juni 2020 disaat pandemi sedang menjadi hal yang paling ditakuti. Back to before bulan Maret aku masih ingat pertama kali pemerintah memberitakan bahwa Indonesia terkena dampak Covid-19 dengan serius dan harus segera diatasi, salah satu upayanya adalah membatasi segala interaksi di ruang publik, sekolah tempatku bekerja diberhentikan untuk kegiatan secara langsung segalanya menjadi online, PSBB mulai diterapkan dan ada aturan untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa mengundang banyak orang, dan jika melanggar akan kena sangsi (denger-denger sih gitu) contonya pesta apapun itu atau acara pernikahan sebaiknya mengikuti prokes (paling takut sampe dibubarinlah, OH NO!!!). Tetapi 2 bulan berikutnya yaitu awal bulan Juni Siti Azizah Sutisna anak perempuan satu-satunya ibu Eja menikah (BOOM). 

Tentang pernikahan aku tak pernah membayangkan sebelumnya apalagi harus menikah disaat pandemi (lebay!! orang jg banyak keleuss) tapi aku termasuk orang yg menikahnya pas awal-awal gitu lho ngga seperti sekarang yg orang itu sudah terbiasa dengan situasinya. Terus kenapa??? Bukan tentang acara pernikahan tapi kedepannyapun aku sudah pikirkan, aku merasa diusiaku yang ke 26 pada saat itu sudah waktunya aku menikah bukan karena umur jg tapi secara naluri aku sudah merasakan aku membutuhkan seseorang yang ku sebut sebagai imam untuk hidupku. Allah telah menjawab do'aku dengan mendatangkan seorang laki-laki yang aku rasa bisa menghabiskan sisa umurku untuk terus bersamanya. Laki-laki yang berani dari keluarga baik-baik dan sinyalku berbunyi dengan nyaring saat dia ada seperti memberi tahu dialah orangnya, rasanya berimbang dia mencintaiku dan sama halnya akupun mencintainya tidak ada yang lebih dari keduanya siapa yang paling mencintai karena kita sama, Azizah untuk Ingga dan Ingga untuk Azizah (aaaah so sweet)

Seperti halnya seorang ibu ingin memberikan yang terbaik untuk momen sekali seumur hidup pada anaknya, namun itu semua harus luntur seiring situasi yang tidak memungkinkan. Tapi kegigihan tidaklah pudar semangat terus terpacu untuk mewujudkan hari berbahagia anak tercinta. Karena izin tak kunjung ada seakan kebingungan semakin melanda mamah dengan berani sampai mempertaruhkan pekerjaanya kata-kata yang keluar dari mulutnya "harus dipecatpun ngga apa-apa daripada teteh ngga jadi nikah" drama sih tapi aslian emang kenyataannya begitu (my Wonderwoman dan aku adalah Hulkwati anaknya).

Persiapan sudah sangat maksimal, semua kegiatan sebisa mungkin dilakukan di dalam rumah karena jika di luar rumah seperti biasanya ditakutkan akan terlihat banyak orang dan ada kemungkinan dibubarkan. Undangan secara online tidak ada undangan yang dibagikan ke rumah-rumah seperti biasa, lucunya desainnyapun aku yang bikin dan di kirim by phone saja, makeup aku percayakan ke neng Citra mua juga tetangga dan adik kelasku sudah sangat akrab, fotografer a Yusup yang aku kenal saat acara temanku menikah, baju akad aku menjahit ke teteh langganan dan kainnya sudah aku beli dengan mamah saat membeli persiapan yang lain, dekor tadinya ada yang aku ingin tapi kata mamah dekor teteh istrinya teman bapak saja itu jg bagus dan beneran bagus alhamdulillah, semua berjalan dengan baik dan lancar meskipun tidak 100% pasti saja ada hal-hal yang dilewatkan. 

Di sudut pandang mamahku, semua bercampur sedih, haru, bahagia, menjadi satu. Mamah selalu ingin yang terbaik untuk anaknya meskipun aku melihat belum tentu itu yang aku butuhkan. Disamping rumah mamah tempatku tinggal ada rumah masa kecilku sebelum aku pindah ke sana biasanya rumah ini dikontakan tapi sebelum aku menikah rumah dibiarkan kosong. Banyak yang bertanya untuk mengontrak tapi mamah selalu bilang sebentar lagi anaknya mau pindah kesitu. Sebulan sebelum menikah di bulan puasa mamah merenovasi rumah agar pas menikah nanti sudah nyaman untuk ditinggali. 

Sebagai seorang anak perempuan yang katanya punya pernikahan impian aku tidak pernah tau pernikahanku akan seperti apa jadinya, apalagi campur tangan orang tua sangat dominan kita yang akan menikahpun kadang mengalah. Tapi aku ingat pernah bilang ke mamah dan adikku klo acara nanti aku tidak mau terlalu berisik, ingin biasa saja dan alhamdulillah dikabulkan dengan keadaan saat pandemi. 

Perkara Wali nikahku, bapaku nun jauh di sana dibelahan dunia jang sangat jauh dari jangkauan, kepulangannyapun sangat tidak mungkin mengingat pandemi yang tidak bisa selancar biasanya. Tak mengapa bapa tidak hadir tapi aku tau do'a bapa selalu ada untukku dan bisa melihat lewat videocall. Beruntungnya aku punya adik laki-laki yang bisa menggantikan peran bapa pada saat itu. Aku bersyukur dan harus sadar bahwa tidak banyak porsi sedihnya karena harus kalah dengan lebih banyak kebahagiaan. Banyaknya keluarga yang mebantu membuatku sangat bahagia dan berterimakasih karenanya.

(Alhamdulillah Syah, cie cieeeee ekhmm)

Kenapa baru sekarang bercerita?? gpp aku hanya ingin saja tidak terburu-buru karena aku rasa awal pernikahan itu terlalu manis, setahun bersama sudah mulai ada warnanya, rasa-rasanyapun sudah mulai beragam tidak hanya manis saja. Pernikahan bukanlah hahahihi halal nikmat di dunia dan akhirat, kata siapa godaan sebelum menikah itu berat setelah menikahpun sama halnya selalu ada permasalahan, tapi seberapa kuatkah kita dengan komitmennya. Jika sebelum menikah kita disibukan dengan pertanyaan kapan menikah? segera setelah menikahpun kita akan disinggung dengan pertanyaan kapan punya anak? tidak mengapa itu hal yang sangat biasa dalam kehidupan akan terus ada sampai kapanpun step by step. Dari pernikahan aku banyak belajar dan akan lebih banyak lagi yang akan kupelajari kedepannya, intinya aku sudah sangat bersyukur dengan kondisiku sekarang ini. Ada jutaan kemungkinan bahkan milyaran yang bisa terjadi kepadaku keadaannya lebih buruk dengan keadaan sekarang apalagi yang harus aku lakukan jika bukan bersyukur.

(07062020)

Semua seakan seperti mimpi sekaligus kenyataan. Pesanku untuk yang belum menikah semua punya waktu terbaiknya tenang saja akan ada waktu terbaikmu untuk menikah, tidak usah terburu-buru tanyakan kembali apa yang mendasari untuk menikah, tujuannya akan seperti apa, ibadah bukan hanya menikah, tapi jika menikah untuk ibadah itu sangat baik, menghalalkan hubungan dengan orang yang kita cintai tentu saja baik tapi akan lebih baik jika tau kedepannya jangan hanya terburu nafsyu semata, cinta itu akan ada jika terus dijaga dan dirawat pilih orang yang tepat yang bisa bekerja sama menjaga cinta kalian. Kesiapan lahir batin. Jangan berharap lebih, bukan hanya kamu yang ingin diistimewakan tetapi pasanganmu jg. Redam egomu, jadikan sabar untuk solusi dari masalahmu. Semoga pernikahan kita menjadi pernikahan yang di Ridhoi oleh Allah S. W. T Aamiin...

(💕)

Dulu orang pakai masker itu aneh sekarang yang tidak memakai masker yang aneh, okeeee guys selalu jaga kesehatan patuhi prokes, semoga bumi kita pulih kembali. Random banget kan tulisannya yaudahlah yah namanya jg amatiran bukan pro. Makasih udah mau baca sampai sini. Sambung lagi nanti yah (kapan-kapan semaunya). Semoga sehat selalu semuanya....

(kita sekarang, setelah setahun yang lalu menikah)

Wassalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh...


Rabu, 08 Januari 2020

Awal 2020

Assalamu'alaykum...
Udah lama bangeeeeeeet kan yah ngga nulis hhehehe
Perasaan barumah kemarin nulis tentang penghujung di 2018 eh sekarang udah 2020 aja. 2019 ngebut banget emang. Gak tau karena apa rasanya kok bisa cepet banget? apa gara-gara akunya tahun sebelumnya lagi (2018) itu rada drama apa emang betah aja gitu hidup di dunia fana ini? (Astaghfirulloh)

By the way...
Ada angin apa kok tiba-tiba nulis??? iya nih udah di tagihin terus sama penggemar yang sebenernya cuma satu orang doang sih, yah syukur-syukur ada yang baca udah share di sana sini juga palingan yang baca orang yang gabut doang atau emang baik hati aja mau baca (makasih yah) palingan itu-itu lagi kok, yah ngapain juga kan yah baca curhatan aku yang ngalor ngidul gak berfaedah ini hhahaha

But harus diketahui ada satu orang yang setia, for my beloved anak buah tersetia sepanjang masa, satu-satunya kariawan yang di kasih imbalan hanya dengan masak seblak atau tteokbokki (apan sih?? itu seblak ala-ala Korea), asisten pribadiku, iya betul sekali Alien Juniorku, maafin aku bos yang malesnya juara umum. Aku persembahkan tulisan ini untukmu...

Udah ah ini intonya kepanjangan, maafin... Kembali ke Laptop (kamu bukan Tukul cuy!! Oh, iya yh). Jadi gini (asyiiik udah kek penjelasan komen Tahi Lalat aja nih) kenapa sih aku kasih title awal 2020?? yah kan emang bener sekarang tepatnya Pukul 23.24 WIB tanggal 07/01/2019 termasuk awal dari tahun 2020, setiap awal tahun baru semua orang (aku ga tau sih) kemungkinan mereka memiliki resolusi yang ngga tau tuh parameter keberhasilannya itu apa, kan setiap orang beda. Aku kasih contoh nih, ada yang di listnya itu Nikah (itumah aku yah), nabung biar bisa buat liburan, nurunin BB, dapet kerja, lulus kuliah, lebih berprestasi lagi mungkin, dan banyak lagi. Klo aku punya ngga? yah pasti dong tapi ini rahasia takutnya ngga tercapai kan malu jadinya.

Dengan adanya harapan-harapan tadi itu, ada dua sisi yang pastinya akan ada. Yaitu sisi positif dan sisi negatif, ini sih baru pendapat aku yah, jangan percaya aku kadang suka ngga nepatin janji itu jg karena situasinya (alah alasan!!!), tapi aku selalu jujur kok beneran (mana ada orang jujur ngaku??), soalnya aku tipe orang yg ngga mau ribet jadi yah gitu buat ngehindarin masalah yaudah sesuai kenyataan dong, jujur kan yh?? (masalah tuh dihadepin, bukan dihindarin! iya, aku berusaha kok).

Oke, sisi positif yang kita dapetin dari harapan kita adalah kita punya tujuan yang harus kita capai atau sama artinya goals yang harus kita peroleh, apaaaaaapun itu, yah itu tadi hidup kita jadi ngga terlalu flat banget hidupnya pasti akan ada usaha dong? yah jelas lah. yang satunya lagi adalah sisi negatif pada saat kita punya harapan yang kita yakini bisa kita dapetin tapi pada kenyataannya untuk mendapatkan itu perjalanannya tidak semulus kulit Taeyang BigBang (aku yakin sih dia gitu, sebenernya masih kalah mulus dari istrinya sih, tapi aku belum mau meyakini itu, aku padamu bang) iya apalagi banyak kendala yang ditemui, udaaaaah ambyaaaarrr udah, kecewa, sedih, ngeluh, update status (kerjaannya siapa tuh??) soalnya akupun begitu sodara.

Terus kita harus gimana dong??? klo kata tag line Mamah Dedeh "Insya allah ada solusinya", iya ituuuu!! percaya sama Allah, segala sesuatu ada campur tangan Allah, kita hanya perlu menerima dan berusaha sertai do'a, kok aku jadi??? yah gitu deh pokoknyamh. Terus ada nih tips dari aku, cam kan anak muda!! (gimana klo yang bacanya lebih tua? maafin senior, aku cuma ngasih saran) dari aku segala harapan kita sangat benar untuk kita berusaha mencapainya dengan cara yang baik lho yah, tapi jika memang kita sudah dirasa maksimal dan hasil tidak sesuai (jangan nangis) pls don't be drama, legowo wae toh ndo ndo, yowis tenang wae lah mase, daripada stress. Makanya aku selalu menurunkan tingkat ekspektasiku, manfaatnya sekalipun ngga tercapai aku ngga akan terlalu kecewa. Bukan pesimis bukan ngga percaya diri tapi kita harus realistis pake logikanya pakeeeee (tuh kan jadi ngegas), nih aku kasih contoh biar anda mengerti misalnya ekspektasi aku nikah tahun ini, tapi karena satu banyak hal ternyata itu tidak tercapai (semoga ngga ih, inimh contoh yh) yaudah aku yakin mungkin itu yang terbaik. 

Jangan ngerasa hidup kita lebih menderita dari orang lain hanya gara-gara hal sepele, merasa masalah kita lebih berat kuadrat kuadrat dari orang lain, Hidupmh enjoy aja kata bapak aku jg padahal situasinya ngga memungkinkan yah. yasudah jalani saja (ngomong tuh gampang). Yah mau bagaimana? mau protes? masih mau menyalahkan orang lain sama hal yang besringgungan dengan masalah yang terjadi sama diri kita? selalu menjadi korban? mencari perhatian? buat apa????? bersyukur saja, maka kamu akan bahagia, mencari kebahagiaan dari orang lain itu salah, ciptakan kebahagiaan kita sendiri. 

Denger-denger Iran dan Trump sedang berseteru katanyanya (ini sengaja bukan typo) WW3 dimulai tahun ini? masih mau galau gara-gara gebetan ngga ngerespon? silakan itu hak anda. yang ingin saya kasih tau lagi-lagi semakin kesini (tua) akan semakin kalem (yang kalemmh, yang riwehmh angger weh) akan semakin banyak masalah, yang tidak ada hubungannyapun jadi di hubung-hubung. Belum pernahkan di introgasi sama 4 orang anggota TNI dan 2 perangkat Desa, aku ge ceurik aslina. Namanya juga hidup yah mau gimana lagi...

Rame guys alam dunya teh (naha jadi??). Jika kamu selalu menganggap harimu menyebalkan dan selalu menghadapi hari yang berat mungkin kamu harus bertanya pada hatimu, masihkah ingin berusaha untuk membuat keadaan sebaliknya? menjadi menyenangkan, berikan kesempatan agar senyuman manis tersimpul dibibir indahmu. Aku bukan motivator, bukan jg ustadzah ngga bisa ngasih nasihat-nasihat, aku hanya melakukan hobiku menulis. Maaf jika waktu yang berharga terbuang percuma hanya dengan membaca tulisan ini.

Terakhir penutupnya ini, kita adalah pemeran utama dalam kehidupan kita, jika kita tidak bisa menjadi peran penting dihidup orang lain, jangan biarkan dihidup kita sendiri kita bukan siapa-siapa. Jangan jadikan orang lain menguasai hidupmu. kamu peran utamanya, ingat itu. Diri kita sangat berharga jika bukan kita yang peduli dan sayang dengan diri sendiri jangan berharap untuk dipedulikan dan disayangi. Bukan mengajarkan egois lho yah, tapi kita harus selesai dengan diri sendiri. Egomu, ambisimu, masa lalumu, hanya kamu yang tau. semoga kita bisa berdamai dengan diri sendiri dan dapat pula berdamai dengan orang lain. Close case...

Masih ada 358 yang tersisa untuk tahun 2020 selamat berjuang...
(udin ah bisi kasiangan enjing sakola guys mangaaaaattt) sareng hatur nuhun tos baca :)



Jumat, 12 April 2019

Bahagia

I'm back...
Setelah berapa lama ngga nulis di blog hhehehe (PD banget yang baca juga jarang) baru punya waktu lagi buat nyempetin nulis. By the way aku udah 25 lho bulan Maret kemarin (ga nanya!!!) yeeeeee 1/4 abad yah hidup di dunia ini ngga kerasa deh. Usia dimana orang-orang berfikir klo usia segitu harus banyak pencapaian dalam hidup entah itu masalah jodoh, kerjaan, atau prestasi.

Sebenernya aku cuma mau sharing tentang apa yang sering terjadi di hidup kita, pernah ngga sih kefikiran gitu tentang apa sebenarnya yang sedang kita jalani??? Iya tau hidup kita yang begini-begini saja (itumh hidup aku kali yh), yang masih terlena dengan zona nyamannya yang padahal sebenernya riskan banget. Mengetahui hal yang sebenarnya baik tapi mengulangi hal yang salah, yailah namanya jg proses cuy hidup ngga ada yang sempurna...

Entah aku saja yang merasakan atau banyak orang di luar sana juga sama merasakan klo sebenernya yang kita takuti adalah persepsi orang lain terhadap diri kita, kita terlalu takut di anggap keluar jalur dan salah di mata orang-orang, terlalu takut di bilang gagal, dan kita terlalu memaksakan untuk terlihat baik-baik saja padahal sebenarnya kita tidak sedang dalam keadaan baik. Kita terlalu haus akan perhatian dan pengakuan dari orang lain bahwa sebenernya kita itu berhak untuk diistimewakan (ngomong apa sih ai???) eh dengerin dulu!! baca dulu deng!!. Sering kali kita membiarkan asumsi diri kita sendiri bergerak dengan liar mengakibatkan ruang gerak di kehidupan kita terbatas, kita selalu saja merasa sebagai korban yang berhak menuntut orang lain sebagai si empunya kesalahan. Membenarkan tindakan diri kita sendiri sebagai pembelaan dan apapun hal yang terjadi kurang baik dalam hidup kita, adalah bukan kesalahan kita melainkan tanggung jawab orang lain.

It's Over...
Ngga gituuuuuuu, setiap orang punya masalah yang kita ngga tau, setiap orang punya motivasi dalam hidupnya, apa yang sedang mereka cari apa yang sedang mereka kejar apa yang sedang mereka bela, tidak ada seorangpun yang ingin di salahkan, jika motivasinya mencari dunia dan terlalu mencintai hidupnya itu hak dia, jika kita perpendapat akhirat lebih penting apakah hidup kita sudah mencerminkan perilaku yang sesuai??? ayolah... Tidak usah menghukum atau mengutuk hidupmu dan orang lain. 

Pas kuliah ada salah satu Dosen Fisika Modern yang bilang begini "dalam hidup kita mempunyai 2 pilihan sedih dan bahagia, mau memilih yang mana terserah kita, porsi mana yang paling banyak" terima kasih banyak Bapak sekarang aku mengerti 2 pilihan itu mewakili dari banyak ungkapan perasaan yang ada, yah kita bisa mengaturnya jika kita mau, contoh jika kita punya ekspektasi kita selalu berharap untuk bisa mencapainya saat tidak tercapai kita akan kecewa, makin kesini aku ngerasa harus mengurangi ekspektasi tidak terlalu tinggi agar tidak terlalu kecewa nantinya saat tidak tercapai, bukan pesimis tapi berupaya untuk membuat keadaan baik-baik saja. Berlanjut dari bahagia ini Aa Gym pernah bilang "indikator kebahagiaan adalah seberapa banyak rasa syukur kita" jadi dari bersyukur kita akan bahagia, ada korelasi yang sangat besar antara bersyukur dan bahagia ini, seberapa banyak nikmat yang kita miliki kita selalu saja merasa kurang jika tidak bersyukur. Oh iya yang sering kita lakukan adalah bahagia lalu bersyukur padahal dengan bersyukur kebahagiaan akan datang. 

Sekarang sudah saatnya inilah hidup yang sesungguhnya, aku bukan remaja lagi yang mencari jati diri, sekarang sudah dewasa meski kedewasaan bukan dilihat dari faktor usia, tapi dengan bertambah usia menuntut untuk menjadi dewasa, ayo bekerja sama dengan semesta menjadi dewasa yang sebenarnya, saling menghormati saling menjaga dan saling melindungi, kita tidak perlu mencari-cari kesalahan orang lain, kita tidak perlu melihat penderitaan orang lain hanya untuk bersyukur, karena bersyukur sangat mungkin untuk kita lakukan dalam keadaan dan situasi apapun. Mendukung dan mendo'akan adalah hadiah terindah tanpa rasa dendam dan kebencian.

Semangaaaatt semoga kita terus bahagia meski rasanya sulit :)



Kamis, 13 Desember 2018

Keajaiban 2018

Mau cerita random gpp yh...
Sebelumnya makasih banyak buat yang udah mau baca, apresiasi terbesar dari saya untuk seseorang besedia meluangkan waktunya, mebuang energinya, dan mengurangi kuota internetnya untuk membaca tulisan yang belum tentu ada faedahnya...

Jadi, cerita apa dulu nih????
Berhubung ini akhir tahun jadi aku mau nyeritain serba-serbi yang udah aku lewatin di tahun ini. (ampun dah bahasanya wkwkwk). Klo di FB kan ada Kaleidoskop, terus di YouTube ada YouTube Rewind pertahunnya, sama di IG ada Instagram Best Nine jadi momen terkeren yang kamu posting selama satu tahun 9 picture gituuuu biasanya sih yang paling banyak likenya. Oke baiklah versi aku nih nulis di Blog tercinta ini...

2018
A year full of weirdness...
Kenapa???
Cuy aku 24 tahun, dan aku pikir not a child anymore, (kenapa jadi kek anak Jaksel yah??? gpp kebanyakan nonton filmmh gini). Iya bukan anak kecil lagi lah, orang tiap di marahin sama ibu juga di katainnya "Umur segitu pantesnya udah punya anak 2", oke aku ngga akan ngebahas ke arah situ tapi dikitlh palingan, yah emang gitu tiap di katain seperti itulh kira-kira. Yang mau aku ceritain itu apa yang sedang aku rasain "oh, gini yah rasanya usia 24 tuh". Ada rasa khawatir (karena belum nikah, bukaaaaan ih). Terus aku baca umur segini itu lagi menghadapi fase Quarter Crisis of Life, apa itu QCL??? bisa browsing sendirilh di internet paling gambarannya yaitu rasa ke khawatiran apa yang akan terjadi pada hidupnya, normal sih semua orang pasti punya rasa khawatir tapi yah kita ngga tau apa sebenernya yang sedang dia hadapi, mungkin menghadapi dirinya sendiri I don't know...

Back to topic...
Tahun ini adalah tahun yang di awali dengan usaha mati-matian yang pernah aku hadapi sebagai manusia, titik terendah yang pas aku melewatinya bahagianya setengah mati, binggooooo aku bisaaaa cuy, eh alhamdulillah Ya Allah (sujud syukur). Mungkin ini drama sih tapi terkadang drama itu terjadi di dunia nyata. 4 Semester ngontrak Skripsi ngga kunjung selesai, kenapa sih kamu males??? ngga gitu aku jg udah berusaha tapi males juga iya kali yah karena pusing. Pembimbing yang di Instansi pindah tugas ke Kupanglah masa iya aku bimbingan virtual kan butuh Tanda tangan buat loogbook segala macem jadinya ganti pembimbing, belum lagi data yang super duper ribet banget yang perlu di Konversi, masalah Software yang bikin aku bulak-balik ke ITB nemuin orang yang bantuin buat ngeinstalinnya, dan segala macem administrasi yang harus di penuhi. Dan pas mau sidangpun masih ada hal yang aku pikir berat, penguji yang satu ini Prof Dr Ph.D membuatku merasa hidup sangat susah, maafin yah Bapak, tapi makasih banyak pak berkat bapak aku jadi sadar sesadar-sadarnya bahwa aku manusia bodoh yang sangat banyak kurang tau akan hal yang aku sedang pelajaripun, apalagi tentang hal lainnya, udah butiran debu akumh tapi gede seberat 67 Kilogram hhehehe...
Tapi di balik itu semua Allah memberikan pertolongan dan petunjuk, seperti dalam Al-qur'an "Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan". Berkat semuanya, do'a orang tua yang sangat mustazab, do'a semua dan dukungannya aku bisa melewati hal sulit itu. Wisuda setelah sebulan sidang bukan hal yang mustahil karena Universitas sedang Akreditasi Jadwal wisuda di percepat aturannya minimal 3 bulan setelah sidang aku dengan senang hati ikut wisuda sebulan setelah sidang, pertama dalam sejarah karena biasanya tidak bisa dan tahun berikutnyapun aturannya sama seperti biasa. Keberuntungan memang tapi entahlah, satu lagi yang harus aku percaya Allah memberikan segala sesuatunya dengan waktu yang tepat yah timing yang sesuai...
Alhamdulillah...

Selanjutnya, aku mau cerita tentang seseorang yang sangat spesial bagiku, aku bertemu dengannya di usia ini, bahagia sangat bahagia memang, saking bahagianya aku juga bingung kenapa bisa begini, apa otak aku udah ke hack apa gimana??? ngga ngerti deh...
Seseorang yang saat aku melihat senyumannya aku ngga perlu apapun lagi di dunia ini cukup itu saja, aku bisa hidup hanya dengan senyuman darinya (kesel ngga bacanya??? tapi itu faktanya men).
Aku tau obrolannya itu emang ngga penting, tapi anehnya aku seneng banget dengerin suara itu (luar biasa sihir bangetlh ini). Seseorang yang bisa buat aku ingin melakukan apapun agar dia bahagia. Seseorang yang memberitahu bahwa harapan itu sangat indah, mimpi itu sangat nyata dan aku hampir menggengamnya, tapi itu semua musnah bukan bukan dia untukku...
Oh iya pertengahan tahun dengannya aku bahagia, The first dan patah hati yang terakhir semoga yah...

Selanjutnya hal yang terpenting jg di tahun ini adalah pengalaman menjadi seorang Guru di SMA, berkat ajakan sahabat baru yang sebenarnya teman lama, orang tua yang mendukung, jg Wakasek dan Kepsek yang memberikan kesempatan untukku mengabdi sebagai seorang pengajar terima kasih banyak. Sekolah yang jaraknya ngga dekat dari rumah, sekitar 30 Kilometer klo bulak-balik tiap hari bisa masuk angin jadinya harus tinggal dan pulang ke rumah seminggu sekali pas libur, hidup yang baru lagi bersosialisasi lagi, seperti di beri hadiah mendapat teman serumah yang sangat baik dan menginspirasi, sahabat baru yang sangat baik, rekan kerja yang juga baik, anak-anak yang unik dan membuatku belajar untuk setiap harinya...
Ibu bilang "mmh mau teteh belajar, gpp semua ngga harus mudah, segala sesuatu ada prosesnya" seperti hadiah aku sangat bersyukur untuk semuanya...
 
Di umur segini banyak banget hal yang terjadi permasalahan bukan hanya personal saja, aku bahagia teman seumuranku sudah bertemu jodohnya, menjalani kehidupan yang baru, bahagia mendengar kabar baik dari mereka, mereka mendapatkan anugrah terindah dari senyuman mahluk kecil yang akan bertumbuh menjadi manusia seperti kita, aku sudah hafal banyak lagu anak-anak "Jhony Jhony yes papa..." (stop jangan nyanyi) terlalu exited memang. Dan aku juga sama pasti akan seperti itu, seperti teman-temanku bahagia di fase berikutnya, tenang saja ada timingnya...

Tahun yang sangat penuh, ikut test cpns walaupun gagal, ikut seminar, MGMP, kegiatan Pramuka, jadi bridesmaid di nikahan temen, 3 bulan jadi penganguran yang puas tidur sama nonton kerjaannya, setelah wisuda nunggu tahun ajaran baru sebelum masuk sekolah, semua menyenangkan sedihnya ada jg sih...

Kedepannya ngga tau bakal gimana, sekarang aku hanya mau menjalani, belajar lagi belajar terus, kurang-kurangi sipat nyebelinnya, rasa malesnya yang segede Alaihim...
Harus lebih baik lagi, rubah perspektif yang negatif, stereotip orang emang berbeda tapi kita bisa merubahnya untuk jadi lebih baik dengan contoh yang baik tentunya. Banyakin bersyukur tingkatin ibadah, stop berpikir "jadi orang yg ngga kepo ternyata belum tentu ngga di kepoin", mereka tetap kepo i think they care , itu hak mereka. Ayo berdamai dengan diri sendiri semua orang dan semua hal yang ada di luar sana...

Oh iya satu lagi i have a new friend, hay Lobster terima kasih banyak sudah menyapaku, jangan berfikir ini trap aku sangat bahagia bisa mengenalmu...
Terima kasih banyak lukaku sedikit sembuh berkatmu...

Segitu dulu ceritanya, terima kasih banyak sudah mau membaca...
Wassalam...
(Tumben ada salamnya hhehehe)

Selasa, 15 Mei 2018

Fase Kehidupan (setelah lulus kuliah)

Lulus kuliah adalah salah satu fase hidup yang terjadi dalam hidup aku, setelah lulus semuanya terasa indah, tidak ada lagi tugas kuliah, tidak ada lagi revisi skripsi, dan aku dapat menjawab dengan senang hati studyku sudah selesai jika ada yang berkenan bertanya.

Tetapi aku ternyata salah, keindahan tidak bertahan lama, semua hilang seperti kabut, aku kira drama di dunia nyata tidak sama persis dengan drama yang aku lihat di layar kaca, ternyata sama saja,  waktu terus berlalu tanpa menungguku, lets go bercerita lebih rinci. . .

Aku melihat sekelilingku semuanya telah berubah, waktu yang terus berlalu memberikan cerita, aku melihat sisi kebahagiaan orang-orang, mereka memiliki caranya sendiri untuk bahagia, aku tau aku juga sama berharap seperti itu, tetapi aku tidak tertarik. . .

Aku bukanlah pusat grafitasi kehidupan, tanpaku dunia akan berjalan dengan semestinya, percayalah ini bukan keluhan, aku hanya ingin sedikit bercerita, apa bagusnya jika kita tahu lebih banyak dari yang lain, jika hanya diri kita sendiri yang mengerti. Aku berpikir apa yang harus aku lakukan????

Semua harus rapih, semua harus baik, dan semua harus layaknya normal seperti apa yang mereka inginkan, aku selalu berangan-angan untuk bermigrasi jauh dari tempat aku tinggal dan servive menjalani kehidupan. Tetapi tangisan ibuku membuatku dengan bulat mengurungkan niat yang ada. Aku pernah berbicara padanya aku ingin pergi ke Okinawa salah satu pulau yang berada di Jepang (entah mengapa aku memilih lokasi itu, ini terjadi secara random) seketika ibu syok mendengarnya diapun mencari berbagai cara untuk menghentikanku (ayolah ini belum tentu jg lho jadi) salah satu cara yang dia lakukan dengan memanggil Ustadz kerumah dan berharap aku mendengarkan nasihatnya.

Ibu selalu bilang "jangan egois, jangan memikirkan dirimu sendiri, ingat hidup bukan hanya dunia, ada juga akhirat yang kekal selamanya".  Well kasih sayang orang tua memang tidak akan pernah mengecewakan, aku masih berperan sebagai seorang anak, dan akan tau jika sudah menjadi seperti orang tuaku. Aku sangat berterima kasih untuk itu, untuk merasakan kasih sayang dari orang tuaku.

Sedari aku kecil hingga sekarang aku tidak pernah merasa ingin berada di usia yang aku inginkan, aku menikmati semua waktu yang ada, tahun demi tahun dan jenjang pendidikan. Tidak ada yang signifikan dan tidak terlalu menyedihkan, aku tidak pernah menjadi korban dan tidak pernah menjadi ancaman, aku sangat menghindari konflik bukan pencari masalah, tidak ingin menjadi pusat perhatian, dan percaya bahwa aturan harus di ikuti. The point is aku manusia normal yang baik yang mereka pikirkan, padahal yang aku lakukan bukan kebaikan tetapi hanya yang seharusnya saja.

Dan jika ada orang yang bertanya apakah aku bermasalah??? tentu saja, semua orang punya masalah termasuk aku, aku bermasalah dengan diriku sendiri dan di dalamnya, aku memiliki masalah hormon yang tidak stabil yang membuatku menunggu sampai usia 15 tahun baru mendapatkan mestruasi pertamanya (aku pikir aku bukan wanita sebelum itu) dan jerawat yang membasminya sama susahnya seperti membasmi koruptor, atau membasmi kemiskinan, keluarga yang genap 14 tahun tidak bertemu dengan ayah, daaaan banyak lagi. . .

Masih banyak fase kehidupan yang akan aku lalui, aku juga sangat ingin untuk menceritakannya, tapi untuk sekarang aku masih harus membenahi diri, mempersiapkan untuk fase berikutnya, entahlah aku masih bisa atau atau tidak karena aku percaya semua sudah ada yang mengaturnya, semuanya ada di Tangan Tuhan, jadi aku tidak perlu khawatir selama aku melakukan hal yang baik...

Minggu, 11 Februari 2018

Curhat tengah malem ngga jelas . . .

Udah bulan Febuari aja nih, ngga kerasa yah sebulan yang lalu aku mati-matian berjuang menghadapi tim penguji buat bisa ikut sidang, dan dengan segala persyaratan yang harus terpenuhi aku ngebut dan berharap dengan cemas, semua telah dilalui, tetapi aku masih belum sepenuhnya selesai masih ada yang perlu aku urusin buat bisa ikut wisuda. Tapi intinya aku seneng sih, kadang aku sedih juga karena (Taeyang udah nikah) sebentar lagi bakal banyak yang nanya lanjut S2 yah?? atau kerja?? mau kerja dimana?? kapan nikah??? DAMN kenapa sih pada kepo? (mungkin mereka peduli, atau emang kepo aja sih) apa kehidupan aku semenarik itu? aku juga berhak dong buat ngga ngejawab (nanti di sangka sombong lho!!!).


Aku ngga ngerti kenapa mereka selalu berasumsi dan menggangap setiap asumsinya itu bener, aku ngga mau ada yang sampai bilang "Sarjana Fisika kok nganggur???", "haaah, kerja disitu doang???", "kuliah di UPI mah, udah jadi Guru aja!!!", "jadi cewekmah gak usah sekolah tinggi-tinggi, nanti calonnya minder", dan sayangnya aku bukan Malala Yousafzai yang meraih Nobel Perdamaian dan penggahargaan lainnya dari PBB, kita perlu tau sih siapa dia, seorang aktivis perempuan dari Pakistan yang berusia 20 tahun yang bisa memukau seluruh dunia, keren asli, aku cuma Siti Azizah yang masih banyak ngeluh dan terlalu banyak pertanyaan dibenaknya.


Jika kamu pernah meresa berbeda atau ingin berberda (tetapi bukan untuk memperoleh perhatian), well itu semua orang pernah ngerasain yah, mungkin. Pernah ngerasa kalau dunia ini tidak memperlakukanmu dengan adil, okeee semua juga pernah merasakannya, merasa lelah dengan apa yang kamu hadapi, merasa bosan, merasa hidup tidak berjalan dengan sama semestinya, dan berada di titik terendah dalam hidupmu, percaya deh semua manusia juga tanpa terkecuali pernah begitu.


Mungkin kita hanya pandai menutupi masalah dibalik senyuman, semua orang hanya pintar menutupi jeritan hatinya, membohongi nalurinya, dan memaksakan apa yang menjadi ambisi. Aku juga sama halnya seperti itu, aku ngga ngerti memperlakukan orang dengan baik, jika ada seseorang memberikan perhatian apakah aku jg harus membalasnya???? aku tidak pernah meminta itu dan tidak pernah memaksa, jika memang aku menanggapi bukan berati aku menerima seseorang untuk menjadi spesial, dari situ aku menerti bahwa tidak ada manusia tanpa rasa egois tenpa terkecuali akupun begitu. Tapi coba deh saling menghormati, jika seseorang menjawab pertanyaan, dan tersenyum kepadamu bukan berati dia sepenuhnya dapat kamu perlakukan dengan seenaknya.


Aku bukan paranormal yang dapat meprediksi apa yang akan terjadi, aku juga tidak tau apakah aku harus percaya atau tidak, tetapi aku hanya ingin menjalani hidupku dengan apa yang aku kehendaki dan sesuai dengan aturan, karena setiap sesuatu itu ada aturannya, kita harus menerima mengikutinya, mungkin aku bingung dan ragu, tetapi sekarang aku mulai mengerti, aku berhak atas hidupku, aku tau semuanya sudah ada yang mengaturnya, dan aku harus percaya setiap prasangka yang baik akan mengahasilkan kebaikan pula, jadi ngga usah berprasangka buruk lagi, terima kasih banyak Ya Allah aku bersyukur atas apa yang aku miliki sekarang, aku tau ada pertolongan Mu di setiap kesulitan yang aku hadapi.

Minggu, 28 Januari 2018

Cerita Sidangku mendapat Gelar S. Si

24 Januari 2018, Alhamdulillahi rabbil alamin, hari Rabu kemarin aku sidang akhir skripsi yang menutup kegiatan dalam tahap memperoleh gelar S. Si, (Sarjana Sains) atau sarjana dibidang ilmu pengetahuan alam, atau Sarjana Fisika, memang ngga tepat waktu sih, tapi aku percaya mungkin hari itu waktu yang tepat. Hhehehehe

Oke, mengutip dari ulasan Kakak tingkat yang sangat menginspirasi (Teh Uswah), yang aku tangkap, sidang itu pertanggung jawaban kita karena sudah menyusun skripsi, mungkin akan ada waktu dimana kita mempertanggung jawabkan hidup kita semasa di dunia. Maka dari itu (hmm bahasanya yh) kita sebagai manusia harus berhati-hati dalam melakukan perbuatan semasa hidup, karena akan ada pertanggung jawaban atas apa yang telah kita lakukan nanti. . .

Banyak pelajaran yang aku peroleh selama menjadi mahasiswa di UPI, Gedung Jica FPMIPA menjadi saksi kegigihan mahasiswa untuk meraih mimpi, tidak sedikit kesulitan yang telah kami hadapi, mungkin orang lain akan berpikir sangat mudah menjadi mahasiswa hanya perlu kuliah dan hangout setiap minggu bersama teman, tidak perlu bekerja karena setiap bulan akan mendapat biaya dari orang tua. Tidak semudah itu, kita memiliki banyak masalah seperti manusia lainnya, kita memiliki tanggung jawab yang sangat besar, jika gambaran sinetron tentang anak kuliahan itu menyenangkan itu salah besar!!!!!!!!

Saat orang lain hanya membutuhkan 3,5 tahun atau 4 tahun (8 semester) untuk menyelesaikan pendidikan S1 nya, aku membutuhkan lebih banyak waktu, dengan 5,5 tahun bayangkan, aku membutuhkan waktu sebanyak itu yah 11 semester lengkap sudah dengan skripsi yang diselesaikan. Menyesal????? Tidak sama sekali, karena setiap orang punya waktu masing-masing.

Terima kasih banyak Ya Allah Ya Rabbi, Mamah Bpa, Aden, sodara, temen-temen semuanya, kalian terus memberikan do'a dan dukungan. Jujur aku seneng banget, dan (ini lebay sih asli) Siti Azizah Sutisna terima kasih sudah bertahan dan terus berusaha, kerja bagus, aku senang kamu bisa melewatinya, semoga menjadi Ilmu yang bermanfaat untuk kedepannya. Selamat Siti Azizah Sutisna, S. Si.

  (Terima kasih banyak Teh Cucu lucu dan Nia istri Younghwa udah dateng)

(Ida kita udah sarjana yah, ngga nyangka hhehehehe. . .)

(Selamat yah udah dapet gelar Sarjana Fisika)
(Makasih banyak Ghesa marketing ter-unyu dan paling cantik udah dateng)
(Lia sahabat terbaik semasa kuliah dari awal sampai akhir dan seterusnya, makasih banyak)

(Alhamdulillah . . .)
Oke baiklah (wkwkwk random bangetlah kata-katanya), intinya aku seneng dan bersyukur, aku tau hidup itu butuh perjuangan dan proses untuk mencapai suatu harapan, disamping keribetan administrasi menuju wisuda dan sebelum juga sesudah sidang, aku hanya bisa terus berdo'a dan berusaha semoga aku dapat melewati apa yang seharusnya aku lewati dalam hidup (asli gak nyambung banget), well setiap orang punya pilihan terhadap apa yang akan ia pilih dalam hidupnya, jika kamu berpikir itu takdir mungkin kamu akan bisa menghadapinya, tetapi jika itu bukan takdirmu mungkin kita hanya perlu bersabar dan menerima apa yang terjadi, selama kita yakin dan terus bergantung Kepada Allah aku yakin pasti akan ada jawaban yang terbaik untuk kita. Ingat manusia hanya berencana Allah yang menentukan, sekuat apapun usaha kita jika Allah belum berkehendak atas keinginan kita, yah mau gimana lagi???? Allah tau apa yang kita butuhkan, dan Allah akan memberikan jawaban atas apa yang kita do'akan, kalau kata Uni (sahabat waktu kuliah, namanya Nur dari Padang eh Payakumbuh deng) "Allah itu ontime zah, kita hanya perlu bersabar aja", makasih banyak uni ngena banget akan aku ingat selalu. Seperti biasa thankkkkkkkkksss udah baca, maafin kalau aku udah bikin tersinggung atau banyak salah, oke makasih banyaaaaaaaaakkkkkkk . . .


Selasa, 16 Januari 2018

AKU

Aku mencoba untuk meyakinkan lagi bahwa setiap orang mempunyai masalah yang harus mereka hadapi, seberat apapun itu pasti akan ada penyelesaian dari masalah tersebut, tidak adil memang saat yang lain dengan mudahnya tetapi aku merasakan lebih berat, aku hanya harus melihat lagi kenyataan yang sebenarnya terjadi, akan ada hikmah dari setiap masalah apapun, mungkin memang benar sangat sulit tapi aku tidak perlu mendramatisirnya aku memang suka Drama Korea, tetapi kehidupanku tidak seperti itu, kehidupan yang sangat sederhana tetapi terasa rumit . . .

Aku Siti Azizah Sutisna, 23 Tahun dan 11 Maret nanti tepat usia 24 tahun, terus berusaha mencapai mimpinya yang sebenarnya sangat simple namun mungkin dia sangat kebingungan, aku memang bodoh masih banyak yang tidak aku ketahui di usia yang banyak orang sudah tidak ragu lagi. Merasa telah menemui banyak kesulitan dan hampir menyerah aku tau itu sangat salah dan telah membuat orang terdekat sangat khawatir.

Aku bersyukur seharusnya, banyak yang sangat peduli, banyak yang juga mengerti, aku tidak boleh membenci keadaan, awal tahun yang berat yang aku rasakan, aku akan sangat mengingat tangisan di sore hari dengan langkah kaki yang sangat lemah, aku menangis di sepanjang langkah kaki, aku menragukan setiap do'a, sangat salah memang tapi aku merasa aku mulai lemah, aku harus yakin aku tidak sendiri aku percaya.

Aku tidak peduli akan hal yang mungkin untuk sebagian orang penting, tapi menurutku tidak, aku hanya akan terus menarik nafas dalam-dalam dan berdoa lagi menjalaninya lagi, percuma jika aku terus melawan apa yang tidak berjalan dengan baik, orang yang menyebalkan memang akan selalu ada, bahkan akupun dapat menjadi bagian tersebut untuk orang lain, tapi mungkinkan ini semua kesalahan ku????

Seperti teka-teki aku cerita dengan gamblangnya dan terus menerus mengutarakan kata demi kata, tapi perlu di ingat mereka mungkin sebenarnya tidak mengerti masalah yang sedang aku hadapi, aku cukup berterima kasih dengan perkataan yang cukup membuat goyah, dengan prasangka yang tidak benar, dan rasa penasaran, tapi aku yakin suatu saat akan ada waktu dimana aku hanya perlu mengingat apa telah aku lewati.

Terima kasih banyak Ya Allah, telah Kau berikan segalanya untukku sehingga hidup ini tidak terasa kosong, ampuni aku telah salah karena meragukan kekuatan do'a, aku tau selama aku berada di jalan yang Engkau Ridhoi, aku akan selalu memperoleh segala pertolongan, lindungi aku dari jalan yang tidak Engkau Ridhoi, Aamiin . . .

Kamis, 14 Desember 2017

Mencuri Perhatian

Gue harus yakin kalau Wonder Woman itu ngga ada, ibu gue bukan Wonder Woman sesungguhnya, dia hanya seorang ibu-ibu yang omelannya sangat kuat dengan kecepatan 360 kata permenit, hitung aja deh tuh secepet gimana, jeda atau koma ngga ada pastinya.

Tapi ajaibnya gue selalu terhipnotis dengan semua kata yang terlontar, seketika aja gitu gue seperti di cuci otaknya dan langsung percaya aja. Emang dasarnya dia Guru Bahasa Indo jga sih mungkin kadang ada ngarang dikit gitulah, tapi kerennya gue nanya apapun dia pasti bisa jawab dan dari situ gue semakin yakin kalau emak gue pinter (padahal ga tau deh).

Oke gue ngga akan ngebahas mamake, yang jelas gue sayang banget. Gue kadang nyeritain diri gue sendiri, nyindir diri sendiri, biar diri sendiri sadar, eh malah ada aja yang ngerasa tersinggung, eh sorry yh gue ngga bermaksud . . .
  
Gue pikir semua orang itu punya manner atau sikap masing-masing, dan normalnya banyak orang yang mencoba untuk mempertahankan keberadaannya atau istilahnya itu exist, mereka menunjukan sesuatu atau show of tentang kehidupan yang dia anggap menarik dan sebagai hasilnya dia mendapatkan perhatian, entah itu pujian atau apapun dari banyak orang, semakin kesini semakin banyak yang kaya gitu, mereka seperti haus akan itu, memperlihatkan sesuatu yang sebenarnya ngga menarik banget tapi dia anggap hebat.

Oke, ngga ada yang salah dengan itu, itu hak semua orang, tapi gue mulai aneh, banyak cara yang bisa lu lakuin buat menarik perhatian orang, apapun bisa menurut gue, dan guepun sama mungkin ini cara gue buat menarik perhatian dengan cara nulis di blog, terus gue share ke sosmed gue, terus nanti syukur ada yang baca atau ngga peduli sama sekali.

Tapi bukan itu point yang mau gue kasih tau, gue cuma mau bilang hidup kita berharga men, padahal semua orang jg udah tau sih, (so soan padahal hidupnya gitu-gitu aja sih gue), gue cuma mau ngasih tau kita makan buat hidup, atau hidup buat makan???? pusingkan nah lho, yah menurut gue sih kita makan buat bertahan hidup sih jadi kita harus sadar, terus korelasinya apa sama yang tadi, nah perhatian juga gitu men kita hidup bukan buat mendapatkan perhatian, lu mau show of apapun di manapun real ataupu ngga yah terserah, bersembunyi di balik sosmed lu yah terserah, everyone can do it, yah selama sosmed jadi motivasi atau kepentingan lainnya okelah, beda ceritanya kalau lu udah ngga punya batesan dan lu merasa bener dengan semua yang lu lakuin.

Emangnya dengan perhatian yang ada lu bakal bahagia??? kayanya ngga deh, lu bakal meresa kurang dan terus ingin merasa lebih, awas lho lingkaran setan itu (gila serem juga yh), ngga ada orang yang mati gara-gara gak di perhatiin, kalaupun ada itu emang dia punya kelainan kali, atau dalam keadaan tertentu (bayi, sakit, manula dsb), atau lu jadi pablik pigur aja sekalian biar banyak yang merhatiin. Sewajarnya aja, saat tidak ada yg mulai merasa terganggu dengan itu.

Gue ngerasa sedih saat gue ngga bisa membawa diri gue di posisi atau keadaan yang orang liat itu pas buat gue, artinya saat semua orang mikir sesederhana yang mereka kehendaki, secara ngga langsung emang harus kaya gitu. Contoh banyak orang yang berpendapat dan sudah bisa menerka masa depan gue, mereka kepo apapun yang gue lakuin sekarang (pd banget anjir, eh aslinya inimh emang gitu ngga bohong). Saat ada hal yang gak sesuai mereka mulai berasumsi, gue sih gpp gak masalah dengan itu, tapi orang terdekat gue beda nanggepinnya, gue mulai risih saat orang tersayang gue merasa tertekan gara-gara gue.

Udah banyak banget yang bilang, udah jangan dengerin mereka, gue sih ngga tapi emak gue beda men, ah sudahlah . . .
Gue ngerasa gue bener, tapi gue juga salah, dan gue ngga pernah mencoba buat menyalahkan orang lain, ini masalah gue, hidup gue, udah itu aja. Kadang gue males ngobrol sama semua orang, karena gue udah bisa nebak apa yang bakal mereka bilang, ironi sih gue ngga ngerti sedang berada di mana? apa gue optimis karena gue yakin pasti bisa melewati keadaan ini, atau bahkan pesimis karena gue masih diam. Gue lebih suka mendengar semua kata yang terucap, daripada mengucapkan. 

Penutupnya, apa gue harus nyumpahin orang-orang yang suka nyepam di sosmed????? hhahahahaha ngga lah maafin, intinya lu bisa jadi apapun yang lu mau, tapi gue saranin jadi diri sendiri aja deh, dan gue pun sama belajar menerima semua yang ada, yang telah terjadi, yang gue punya semua beserta raya syukur, thank God for everything . . .

 

Selasa, 05 Desember 2017

Kebohongan

Hari - hari gue seperti biasanya, membosankan dan sangat terasa krik krik, sudah lama merasa hidup bagaikan goblin sebatang kara di dunia . . .
Terus tadi gue pergi ke perpus satu - satunya tempat yang sering gue kunjungi sekarang selain ruang bimbingan dosen gue, sebagai mahasiswa gue emang malesan gila, rajin ke perpus pas awal jadi mahasiswa dan akhir seperti sekarang ini (tolong jangan di tiru yah) . . .

Gue mikir gue emang hantu yang masih berkeliaran di kampus padahal seharusnya gue udah ga berkeliaran lagi. Seperti hantu penasaran yang masih punya urusan di dunia padahal dia udah harus pergi dari situ.

Tadi gue ketemu temen gue Iwan si ketua KKN pas gue bareng 9 orang lainya termasuk dia menjadi anggota KKN di Sumedang. Iwan baik sih orangnya, sebagai mahasiswa yg aktif di berbagai organisasi okelah jadi seorang ketua, tapi dia terlalu ambisius sih buat orang2 senyantai kita, jadinya banyak hal yg bersinggungan. (Maaf yh Iwan aku nulis di blog, yaudah sih kan ga baca jg wkwkwkwk).

Dia awalnya ngga ngeuh kalau ada cewek aneh manggil2 nama dia, sambil dadah2 ga jelas, tapi lama2 dia sadar juga, baru deh kita ngobrol. Iwan sekarang sedang melanjutkan study S2 di UPI jg keren yh dia, seperti temen2 yg lain di KKN banyak jg yg melanjutkan, gue??? jangan ditanya S1 aja udah cukup, sekarang Iwan terlihat berbeda dia lebih ramah dan banyak senyum, mengingat dulu kita kurang baiklh ending KKN nya karena ada masalah. Terus pas terakhir gue minta maaf soalnya gue takut punya salah tapi dia malah aneh karena ngga ada yg perlu dimaafin toh gue ngga bikin salah, tapi gue ngerasanya harus minta maaf dan setelah itu gue ngerasa plong aja gitu, yaudah sih intinya seseorang itu bisa berubah dan gimana kita menghadapinya. Makasih yah teman2  . . .

Sekarang gue ngerti ternyata segala sesuatu itu dapat terjadi tanpa di sangka2, seperti teori Fisika Kuantum ada banyak probabilitas yang dapat terjadi tetapi dari banyaknya probabilitas setelah melalui proses yang panjang dan pedekatan atau teorema dan postulat dari sana akan menghasilkan 2 kesimpulan ya atau tidak, baik atau jelek, dekat atau jauh, 1 atau 0, dsb. (maafin klo salah aku udah lupa lama ngga kuliah). Nah gue jadi berkaca pada hidup sendiri. Oke ngomong apasih, so jujur gue banyak berbohong, kebohongan gue mungkin sudah sangat melimpah.

Gue bohong kalau gue kuat, gue bohong saat gue terus berusaha bertahan padahal dalam hati ngedumel, gue bohong kalau gue siap di tinggalin banyak temen gue, gue bohong saat gue bilang baik2 aja. terus gue minta perhatian??? terus ngue minta simpati???? dengan nulis blog???? ngga men ga usah, gue cuma sedang menyusun puzzle kehidupan gue biar bisa tersusun seperti orang2. Gue seneng saat ada sedikit demi sedikit perubahan walaupun membutuhkan banyak waktu. Gue berusaha meyakinkan diri sendiri . . .
 
Gue mulai berhenti bertanya pada diri sendiri seperti yang orang2 tanyain ke gue, gue udah mulai bisa menerima segala konsekuensinya, gue mulai merasa sama seperti yang lain gue ngga harus mundur lagi, gue ngga boleh sedih, gue pasti bisa. . .

Senin, 04 Desember 2017

Menjadi Manusia

Semua seperti mimpi, berjalan dengan sendirinya, aku tidak percaya mengapa mereka bisa sangat cepat, berpikir, pertindak, bahkan berbicara, semua terasa sulit untukku.

Aku seperti memiliki frekuensi yang berbeda. Aku tidak mengenal duniaku, aku kesal kenapa masih ada yang iri jika alasannya karena kebaikan bukankan dia jg dapat menjadi baik. Aku tidak merasa hebat karena aku tidak memiliki apapun. Harapan aku tidak yakin terlalu menyebalkan. Tapi yang sangat aku inginkan hanyalah kebebasan tanpa batas. Bebas di benakku yg terdengar liar tapi sebenarnya tidak, bebas tanpa harus merugikan diri sendiri bebas memilih jam tidur yg kamu inginkan. Bebas dari suara2 hantu tentang aturan hidup mu. Well itu semua sulit. Tidak ada manusia yg ingin dilupakan atau bahkan tak di anggap mereka haus akan perhatian dan pujian, aku pikir itu gila untuk apa aku menginginkannya. Aku benci situasi itu . . .

Seseorang pernah bilang kepada ku, apa yg kamu pikir tidak seperti yg mereka pikir, aku jg mulai bisa memahami jika aku menolong seseorang apakah aku boleh pamrih walau hanya untuk ucapan terima kasih?????? Faktanya setiap orang itu egois mereka akan mementingkan dirinya sendiri ketimbang orang lain. Yah kamu selalu menuntut orang untuk berada di jalan yg sama sepertimu, kenapa kamu tidak mencoba untuk memahami orang lain dan merasakan berada di jalannya. Oke, tidak ada manusia yg seperti malaikat, bunda Theresa tetaplh manusia sekalipun hatinya seperti malaikat. Keadilan yg sempurna hanyalah keadilan Tuhan, Ghandi tetaplah manusia seadil apapun sikapnya. 

Saat orang lain sudah mewujudkan mimpinya, aku masih di titik yg sama dengan segala keraguan yg ada. Dengan zona nyaman yg sama dan kehidupan yg berulang. . .

Rabu, 22 November 2017

..........

Gue pikir udah bukan saatnya gue bingung harus ngapain. Gue ngga habis pikir kenapa orang2 dengan santainya menjalani semua yang mereka lakukan. Gue masih perlu mikir buat bisa seperti itu, mungkin gue gak jelas lg cerita apa tapi gue sering melakukan hal dua kali yang sebenernya hanya perlu gue lakukan sekali cukup.
Mungkin karena kecepatan gue yang terbatas engga deng ngga terbatas tapi gue batasi sendiri. Gue sering banget pengen tidur tapi gue mikir dulu jadinya ngga tidur tidur. Gue sering pengen dengerin lagu di playlist setelah gue dengerin gue masih nyari lagu yang lain. Gue tau gue harus gimana tapi gue ngulangin lagi kesalahan. Gue banyak berhenti saat waktunya gue harus berlari dengan cepet. Banyak yang gue ngga ngerti gue ngga ngerti men . . .

Selasa, 21 November 2017

Seseorang

Seseorang yang memberikanmu senyuman yang paling tulus, aku tidak butuh. Aku pikir senyuman itu palsu. Seseorang menghampirimu karena ada hal yang menarik menurutnya yang kamu miliki. Aku bukan gula yang manis dan aromanya mengundang banyak semut untuk menghampiri. Aku masih merasa aneh kenapa perubahan ini sangat cepat. Tidak bisakan sedikit menungguku??????

Aku memang penjahat yang tidak melakukan tindakan kriminal, tapi aku enggan dengan harapanmu yang membuatku takut. Percayalah Tuhan akan memberikan seseorang yang terbaik untukmu, aku juga berdoa untuk itu.
 
Mungkin aku sedih saat ada seseorang yang kecewa, tapi ini terlalu cepat. Terkadang aku sangat menikmati hidup dengan caraku sendiri. Pilihlah jalanmu sendiri aku sangat tidak yakin dengan pilihanmu aku bukan bagian dari itu. Aku tidak mau suatu saat nanti kamu menyesal karena menjadikanku sebagai pilihan. Bukan aku . . .

Aku menikmati saat ada orang - orang baik yang hadir di hidup ini dan perlahan mereka pergi karena paham aku akan selalu berada di satu titik yang sama. Aku tidak istimewa seperti yang kamu pikir, pergilah, aku akan merelakan, aku ingin seperti dulu lagi, saat kamu jengkel karena aku yang tidak pernah menyapa.

Aku bukan pusat gravitasi, ada atau tidak adanya aku semua orang tidak akan memperdulikannya, mereka akan tetap sibuk dan terus menjalankan aktifitasnya. Aku bukan orang yang berhak mendapat perhatian karena aku bukan siapa - siapa bahkan dari satu orangpun. Tapi aku akan tetap mencarinya dan terus berdoa Kepada Tuhan. 

Kita terlalu berbeda dan sangat mencolok, aku tidak ingin mengundang banyak kata yang akan terlontar, aku tidak bisa. Terima kasih banyak . . .

Rabu, 15 November 2017

23 tahun usia hidup alien

23 tahun hidup di dunia, banyak yang terjadi dalam hidup ini, padahal gue ngerasa hidupnya lurus - lurus aja. Kesalahan paling besar mungkin ngga nyelesain kuliah tepat pada waktunya, yah gimana masalah paling besar yah ini. Tapi bener yah kata orang, semakin kesini lu bakal banyak berpikir bahwa hidup lu itu memang berharga banget. Jujur gue iri men sama orang yang dengan penuh rasa percaya tinggi melakukan hal yang mungkin sangat beresiko kalau buat gue.

Gue terlalu penakut, semakin kesini gue semakin ngga berani bahkan berpendapat hal yang sebenernya bener banget tapi gue masih kalah di banding yang lain. Mungkin tampang gue emang pas banget buat jadi bahan bullian tapi percaya atau ngga dari kecil gue ngga pernah sekalipun di bulli atau mendapat hal yang tidak mengenakan dari temen - temen gue, dan guepun tidak menjadi orang yang bisa ngebulli men, dari dulu gue selalu menghindari ketegangan, gue nyari aman sampai sekarangpun.

Cuma dulu gue pernah bikin temen cowok gue berdarah kepalanya gara2 gue lempar batu, gue kesel men dia jailin temen cewek gue dan gue trauma takut jadi pembunuh, dia ngga masuk 3 hari men, gue semakin takut sekalinya sekolah dia pake perban katanya kepalanya di jahit. Tapi orang2 ngga nyalahin gue karena dia emang anak nakal kali yah, kejadian ini pas kelas 6 SD. Tapi pas TK temen2 gue bilang gue nyebelin banget karena ngga tau waktu itu gurunya ibu gue kali yah jadi ngga ada yang berani. 

Gue seperti bayangan keberadaannya samar - samar, mungkin banyak orang yang bakal ngelakuin hal atau berpenampilan yang sedikit atau banyak berbeda, atau nyentrik buat jadi pusat perhatian, tapi gue ngga kaya gitu men gue udah sangat senang dengan keadaan dimana ngga ada satu orangpun yang merhatiin gue. Gue ngga tau apa emang gue itu Introvert atau gimana tapi gue ngerasa sebagai alien di tengah banyaknya manusia.

Gue sangat bersyukur tidak banyak orang yang menyadari keberadaan gue, kenapa gue harus dapat perlakuan yang spesial???? gue bukan siapa - siapa. Gue ngga ngerti kenapa orang bisa muji tapi di belakang ngejelekin orang tersebut. Ribet banget men, gue kadang mikir kenapa orang bisa nilai orang lain, ngikutin kehidupannya, ngeliat, dan bilang, "hmmm dia baik yah", atau "duh dia ngga cantik", atau "duh dia ngga punya kerjaan, padahal kuliah", men lu mau hidup lu habisin buat nilai orang lain??????? Bukan gue, gue ngga mau jadi seperti kebanyakan orang.

Setelah gue pikir - pikir gue harus sekali ngelakuin hal yang mungkin bikin nyawa gue jadi taruhan hhahahahahahahah gue mau bungge jumping dari ketinggian yang sangat tinggi dan gue loncat dengan kecepatan penuh dan hidup gue bergatung pada seutas tali. Gue ngga tau bakal seberani itu atau ngga, tapi hal yang harus duluan gue lakuin harus meringankan massa tubuh gue  . . . 

Dulu gue mikirnya dunia ini ngga adil, mereka yang cantik menjadi pusat perhatian dan mendapat perlakuan istimewa, atau hanya orang kaya yang bisa membeli segalanya, atau cuma orang pintar yang punya banyak teman. Dan gue bukan siapa -siapa, tapi dengan berpikir seperti itu gue harusnya sadar kalau gue iri men sama mereka. Rahasianya lu bisa dapetin semuanya padahal fisik lu ngga menarik, ngga punya banyak duit, dan kurang pinter (ga pinter tapi diperhalus), kuncinya ketulusan men, ah becandaaaaaaaa, deuh seriusan, dengan ketulusan yang lu miliki lu bakal dapet apapun yang lu mau. Lu hanya perlu menjalani hidup lu dengan tulus, memberi senyuman dengan tulus, menolong dengan tulus, kerja dengan tulus, sekolah dengan tulus, belajar dengan tulus, kalau lu masih ngeluh - ngeluh atau pamrih lu masih belum tulus men!!!!!!!!!!!

Intinya lu bisa berencana sebaik apapun, tapi inget men ada yang lebih berhak dengan skenario hidup kita. Tugas kita yang berusaha dan berdoa (klasik yah) tapi emang bener sih. Gue masih berusaha, gue alien atau manusia siput yang perjalanan hidupnya lambat. Tapi gue seneng dengan gue yang sekarang gue emang hidup dengan banyak mimpi konyol gue, tapi hidup gue monoton tapi gue suka, gue suka menjadi manusia yang bernafas, dan melakukan aktifitas lain. Okeeeeeeee see u, Arigatou udah baca ^^