Seperti biasa langkahku tertatih-tatih, adakalanya aku melangkah namun sebaliknya aku berhenti bahkan mundur lebih jauh. Seperti istana pasir yang susah payah aku bangun namun jaraknya terlalu dekat dengan garis pantai tak luput dari deburan ombak yang menyapu bersih tak tersisa. Aku mencoba untuk membangunnya lagi dan lagi tanpa henti dan percaya semua itu bisa kokoh berdiri, namun sayang ombak yang lebih kencang tak memperdulikan sekuat apa keyakinanku.
Semua ini memang salahku, aku memilihnya, aku menukarnya dengan harapan yang entah aku semakin ragu gambarannya saja samar di benakku. Kenapa harus ada kondisi seperti ini? seakan aku bertekad dan seakan aku menyerah, dari mana asalnya sehingga terjadi seperti ini? pesan apa yang semesta berikan untukku hingga ku merasa semuanya terasa tidak seperti seharusnya.
Akan aku maafkan diriku sendiri, akan aku maafkan penyebab masalah itu, akan aku ciptakan lagi harapanku meskipun harus dengan langkah goyah dan entah kapan akan bisa berubah menjadi langkah pasti bahkan berlari, harapan yang samar sebelum pudar dan hilang tak bersisa, terima kasih sudah sejauh ini wahai diri, aku tau tak ada yang mudah dan memang akan selalu begitu, Tuhan selalu punya cara agar aku belajar, tidak semudah itu bahkan untuk hal yang sederhana, ini bukan mindset yang terbentuk dan menjadikannya sulit. Nyatanya memang butuh proses semenjak aku dihadirkan dan memilih untuk segala yang terjadi pada hidup.
Akan aku sudahi tipuan ini, menipu diri seolah semuanya baik-baik saja dan berjalan seperti seharusnya, padahal kenyataanya aku terseok-seok terseret arus deras dan berulang kali aku tersangkut untuk bertahan hidup. Terima saja ini semua memang memuakkan dan penuh dengan ketidakadilan. Inilah hidup dengan segala kejutannya. Izinkan aku bangun lagi istanaku meskipun aku tau tidak ada jaminan untuk bisa kokoh berdiri, akan selalu ada ombak yang menyapu bersih bahkan air pasang dan juga badai, sebelum energiku benar benar tak tersisa. Aku tau istanaku mudah runtuh dengan apapun bahkan oleh diriku sendiri yang menghancurkannya bukan hal yang tidak mungkin.
Jika aku diberikan kesabaran dan kesabaran itu masih bisa menjadi perisai dari kesedihan aku akan melanjutkannya terus begitu, kebisingan itu bukan lagi gangguan untukku, aku sedang mencari jalan keluarku sendiri tanpa mengganggu. Aku hanya ingin bertahan dengan harapan dan menghadapi segalanya. Mungkin saja istana yang berdiri kokoh itu rasanya sulit dan mudah hancur tapi seringnya aku menbangun di pikiranku istana itu berdiri dan tergambar dengan indah sehingga aku terbiasa dan dapat menceritakan karena aku benar-benar menjalani prosesnya. Tolong berikan kesempatan aku ingin menang dan aku harus memastikannya melawan pikiranku dan menjadikannya seakan nyata hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar