Selasa, 15 Mei 2018

Fase Kehidupan (setelah lulus kuliah)

Lulus kuliah adalah salah satu fase hidup yang terjadi dalam hidup aku, setelah lulus semuanya terasa indah, tidak ada lagi tugas kuliah, tidak ada lagi revisi skripsi, dan aku dapat menjawab dengan senang hati studyku sudah selesai jika ada yang berkenan bertanya.

Tetapi aku ternyata salah, keindahan tidak bertahan lama, semua hilang seperti kabut, aku kira drama di dunia nyata tidak sama persis dengan drama yang aku lihat di layar kaca, ternyata sama saja,  waktu terus berlalu tanpa menungguku, lets go bercerita lebih rinci. . .

Aku melihat sekelilingku semuanya telah berubah, waktu yang terus berlalu memberikan cerita, aku melihat sisi kebahagiaan orang-orang, mereka memiliki caranya sendiri untuk bahagia, aku tau aku juga sama berharap seperti itu, tetapi aku tidak tertarik. . .

Aku bukanlah pusat grafitasi kehidupan, tanpaku dunia akan berjalan dengan semestinya, percayalah ini bukan keluhan, aku hanya ingin sedikit bercerita, apa bagusnya jika kita tahu lebih banyak dari yang lain, jika hanya diri kita sendiri yang mengerti. Aku berpikir apa yang harus aku lakukan????

Semua harus rapih, semua harus baik, dan semua harus layaknya normal seperti apa yang mereka inginkan, aku selalu berangan-angan untuk bermigrasi jauh dari tempat aku tinggal dan servive menjalani kehidupan. Tetapi tangisan ibuku membuatku dengan bulat mengurungkan niat yang ada. Aku pernah berbicara padanya aku ingin pergi ke Okinawa salah satu pulau yang berada di Jepang (entah mengapa aku memilih lokasi itu, ini terjadi secara random) seketika ibu syok mendengarnya diapun mencari berbagai cara untuk menghentikanku (ayolah ini belum tentu jg lho jadi) salah satu cara yang dia lakukan dengan memanggil Ustadz kerumah dan berharap aku mendengarkan nasihatnya.

Ibu selalu bilang "jangan egois, jangan memikirkan dirimu sendiri, ingat hidup bukan hanya dunia, ada juga akhirat yang kekal selamanya".  Well kasih sayang orang tua memang tidak akan pernah mengecewakan, aku masih berperan sebagai seorang anak, dan akan tau jika sudah menjadi seperti orang tuaku. Aku sangat berterima kasih untuk itu, untuk merasakan kasih sayang dari orang tuaku.

Sedari aku kecil hingga sekarang aku tidak pernah merasa ingin berada di usia yang aku inginkan, aku menikmati semua waktu yang ada, tahun demi tahun dan jenjang pendidikan. Tidak ada yang signifikan dan tidak terlalu menyedihkan, aku tidak pernah menjadi korban dan tidak pernah menjadi ancaman, aku sangat menghindari konflik bukan pencari masalah, tidak ingin menjadi pusat perhatian, dan percaya bahwa aturan harus di ikuti. The point is aku manusia normal yang baik yang mereka pikirkan, padahal yang aku lakukan bukan kebaikan tetapi hanya yang seharusnya saja.

Dan jika ada orang yang bertanya apakah aku bermasalah??? tentu saja, semua orang punya masalah termasuk aku, aku bermasalah dengan diriku sendiri dan di dalamnya, aku memiliki masalah hormon yang tidak stabil yang membuatku menunggu sampai usia 15 tahun baru mendapatkan mestruasi pertamanya (aku pikir aku bukan wanita sebelum itu) dan jerawat yang membasminya sama susahnya seperti membasmi koruptor, atau membasmi kemiskinan, keluarga yang genap 14 tahun tidak bertemu dengan ayah, daaaan banyak lagi. . .

Masih banyak fase kehidupan yang akan aku lalui, aku juga sangat ingin untuk menceritakannya, tapi untuk sekarang aku masih harus membenahi diri, mempersiapkan untuk fase berikutnya, entahlah aku masih bisa atau atau tidak karena aku percaya semua sudah ada yang mengaturnya, semuanya ada di Tangan Tuhan, jadi aku tidak perlu khawatir selama aku melakukan hal yang baik...

Minggu, 11 Februari 2018

Curhat tengah malem ngga jelas . . .

Udah bulan Febuari aja nih, ngga kerasa yah sebulan yang lalu aku mati-matian berjuang menghadapi tim penguji buat bisa ikut sidang, dan dengan segala persyaratan yang harus terpenuhi aku ngebut dan berharap dengan cemas, semua telah dilalui, tetapi aku masih belum sepenuhnya selesai masih ada yang perlu aku urusin buat bisa ikut wisuda. Tapi intinya aku seneng sih, kadang aku sedih juga karena (Taeyang udah nikah) sebentar lagi bakal banyak yang nanya lanjut S2 yah?? atau kerja?? mau kerja dimana?? kapan nikah??? DAMN kenapa sih pada kepo? (mungkin mereka peduli, atau emang kepo aja sih) apa kehidupan aku semenarik itu? aku juga berhak dong buat ngga ngejawab (nanti di sangka sombong lho!!!).


Aku ngga ngerti kenapa mereka selalu berasumsi dan menggangap setiap asumsinya itu bener, aku ngga mau ada yang sampai bilang "Sarjana Fisika kok nganggur???", "haaah, kerja disitu doang???", "kuliah di UPI mah, udah jadi Guru aja!!!", "jadi cewekmah gak usah sekolah tinggi-tinggi, nanti calonnya minder", dan sayangnya aku bukan Malala Yousafzai yang meraih Nobel Perdamaian dan penggahargaan lainnya dari PBB, kita perlu tau sih siapa dia, seorang aktivis perempuan dari Pakistan yang berusia 20 tahun yang bisa memukau seluruh dunia, keren asli, aku cuma Siti Azizah yang masih banyak ngeluh dan terlalu banyak pertanyaan dibenaknya.


Jika kamu pernah meresa berbeda atau ingin berberda (tetapi bukan untuk memperoleh perhatian), well itu semua orang pernah ngerasain yah, mungkin. Pernah ngerasa kalau dunia ini tidak memperlakukanmu dengan adil, okeee semua juga pernah merasakannya, merasa lelah dengan apa yang kamu hadapi, merasa bosan, merasa hidup tidak berjalan dengan sama semestinya, dan berada di titik terendah dalam hidupmu, percaya deh semua manusia juga tanpa terkecuali pernah begitu.


Mungkin kita hanya pandai menutupi masalah dibalik senyuman, semua orang hanya pintar menutupi jeritan hatinya, membohongi nalurinya, dan memaksakan apa yang menjadi ambisi. Aku juga sama halnya seperti itu, aku ngga ngerti memperlakukan orang dengan baik, jika ada seseorang memberikan perhatian apakah aku jg harus membalasnya???? aku tidak pernah meminta itu dan tidak pernah memaksa, jika memang aku menanggapi bukan berati aku menerima seseorang untuk menjadi spesial, dari situ aku menerti bahwa tidak ada manusia tanpa rasa egois tenpa terkecuali akupun begitu. Tapi coba deh saling menghormati, jika seseorang menjawab pertanyaan, dan tersenyum kepadamu bukan berati dia sepenuhnya dapat kamu perlakukan dengan seenaknya.


Aku bukan paranormal yang dapat meprediksi apa yang akan terjadi, aku juga tidak tau apakah aku harus percaya atau tidak, tetapi aku hanya ingin menjalani hidupku dengan apa yang aku kehendaki dan sesuai dengan aturan, karena setiap sesuatu itu ada aturannya, kita harus menerima mengikutinya, mungkin aku bingung dan ragu, tetapi sekarang aku mulai mengerti, aku berhak atas hidupku, aku tau semuanya sudah ada yang mengaturnya, dan aku harus percaya setiap prasangka yang baik akan mengahasilkan kebaikan pula, jadi ngga usah berprasangka buruk lagi, terima kasih banyak Ya Allah aku bersyukur atas apa yang aku miliki sekarang, aku tau ada pertolongan Mu di setiap kesulitan yang aku hadapi.

Minggu, 28 Januari 2018

Cerita Sidangku mendapat Gelar S. Si

24 Januari 2018, Alhamdulillahi rabbil alamin, hari Rabu kemarin aku sidang akhir skripsi yang menutup kegiatan dalam tahap memperoleh gelar S. Si, (Sarjana Sains) atau sarjana dibidang ilmu pengetahuan alam, atau Sarjana Fisika, memang ngga tepat waktu sih, tapi aku percaya mungkin hari itu waktu yang tepat. Hhehehehe

Oke, mengutip dari ulasan Kakak tingkat yang sangat menginspirasi (Teh Uswah), yang aku tangkap, sidang itu pertanggung jawaban kita karena sudah menyusun skripsi, mungkin akan ada waktu dimana kita mempertanggung jawabkan hidup kita semasa di dunia. Maka dari itu (hmm bahasanya yh) kita sebagai manusia harus berhati-hati dalam melakukan perbuatan semasa hidup, karena akan ada pertanggung jawaban atas apa yang telah kita lakukan nanti. . .

Banyak pelajaran yang aku peroleh selama menjadi mahasiswa di UPI, Gedung Jica FPMIPA menjadi saksi kegigihan mahasiswa untuk meraih mimpi, tidak sedikit kesulitan yang telah kami hadapi, mungkin orang lain akan berpikir sangat mudah menjadi mahasiswa hanya perlu kuliah dan hangout setiap minggu bersama teman, tidak perlu bekerja karena setiap bulan akan mendapat biaya dari orang tua. Tidak semudah itu, kita memiliki banyak masalah seperti manusia lainnya, kita memiliki tanggung jawab yang sangat besar, jika gambaran sinetron tentang anak kuliahan itu menyenangkan itu salah besar!!!!!!!!

Saat orang lain hanya membutuhkan 3,5 tahun atau 4 tahun (8 semester) untuk menyelesaikan pendidikan S1 nya, aku membutuhkan lebih banyak waktu, dengan 5,5 tahun bayangkan, aku membutuhkan waktu sebanyak itu yah 11 semester lengkap sudah dengan skripsi yang diselesaikan. Menyesal????? Tidak sama sekali, karena setiap orang punya waktu masing-masing.

Terima kasih banyak Ya Allah Ya Rabbi, Mamah Bpa, Aden, sodara, temen-temen semuanya, kalian terus memberikan do'a dan dukungan. Jujur aku seneng banget, dan (ini lebay sih asli) Siti Azizah Sutisna terima kasih sudah bertahan dan terus berusaha, kerja bagus, aku senang kamu bisa melewatinya, semoga menjadi Ilmu yang bermanfaat untuk kedepannya. Selamat Siti Azizah Sutisna, S. Si.

  (Terima kasih banyak Teh Cucu lucu dan Nia istri Younghwa udah dateng)

(Ida kita udah sarjana yah, ngga nyangka hhehehehe. . .)

(Selamat yah udah dapet gelar Sarjana Fisika)
(Makasih banyak Ghesa marketing ter-unyu dan paling cantik udah dateng)
(Lia sahabat terbaik semasa kuliah dari awal sampai akhir dan seterusnya, makasih banyak)

(Alhamdulillah . . .)
Oke baiklah (wkwkwk random bangetlah kata-katanya), intinya aku seneng dan bersyukur, aku tau hidup itu butuh perjuangan dan proses untuk mencapai suatu harapan, disamping keribetan administrasi menuju wisuda dan sebelum juga sesudah sidang, aku hanya bisa terus berdo'a dan berusaha semoga aku dapat melewati apa yang seharusnya aku lewati dalam hidup (asli gak nyambung banget), well setiap orang punya pilihan terhadap apa yang akan ia pilih dalam hidupnya, jika kamu berpikir itu takdir mungkin kamu akan bisa menghadapinya, tetapi jika itu bukan takdirmu mungkin kita hanya perlu bersabar dan menerima apa yang terjadi, selama kita yakin dan terus bergantung Kepada Allah aku yakin pasti akan ada jawaban yang terbaik untuk kita. Ingat manusia hanya berencana Allah yang menentukan, sekuat apapun usaha kita jika Allah belum berkehendak atas keinginan kita, yah mau gimana lagi???? Allah tau apa yang kita butuhkan, dan Allah akan memberikan jawaban atas apa yang kita do'akan, kalau kata Uni (sahabat waktu kuliah, namanya Nur dari Padang eh Payakumbuh deng) "Allah itu ontime zah, kita hanya perlu bersabar aja", makasih banyak uni ngena banget akan aku ingat selalu. Seperti biasa thankkkkkkkkksss udah baca, maafin kalau aku udah bikin tersinggung atau banyak salah, oke makasih banyaaaaaaaaakkkkkkk . . .


Selasa, 16 Januari 2018

AKU

Aku mencoba untuk meyakinkan lagi bahwa setiap orang mempunyai masalah yang harus mereka hadapi, seberat apapun itu pasti akan ada penyelesaian dari masalah tersebut, tidak adil memang saat yang lain dengan mudahnya tetapi aku merasakan lebih berat, aku hanya harus melihat lagi kenyataan yang sebenarnya terjadi, akan ada hikmah dari setiap masalah apapun, mungkin memang benar sangat sulit tapi aku tidak perlu mendramatisirnya aku memang suka Drama Korea, tetapi kehidupanku tidak seperti itu, kehidupan yang sangat sederhana tetapi terasa rumit . . .

Aku Siti Azizah Sutisna, 23 Tahun dan 11 Maret nanti tepat usia 24 tahun, terus berusaha mencapai mimpinya yang sebenarnya sangat simple namun mungkin dia sangat kebingungan, aku memang bodoh masih banyak yang tidak aku ketahui di usia yang banyak orang sudah tidak ragu lagi. Merasa telah menemui banyak kesulitan dan hampir menyerah aku tau itu sangat salah dan telah membuat orang terdekat sangat khawatir.

Aku bersyukur seharusnya, banyak yang sangat peduli, banyak yang juga mengerti, aku tidak boleh membenci keadaan, awal tahun yang berat yang aku rasakan, aku akan sangat mengingat tangisan di sore hari dengan langkah kaki yang sangat lemah, aku menangis di sepanjang langkah kaki, aku menragukan setiap do'a, sangat salah memang tapi aku merasa aku mulai lemah, aku harus yakin aku tidak sendiri aku percaya.

Aku tidak peduli akan hal yang mungkin untuk sebagian orang penting, tapi menurutku tidak, aku hanya akan terus menarik nafas dalam-dalam dan berdoa lagi menjalaninya lagi, percuma jika aku terus melawan apa yang tidak berjalan dengan baik, orang yang menyebalkan memang akan selalu ada, bahkan akupun dapat menjadi bagian tersebut untuk orang lain, tapi mungkinkan ini semua kesalahan ku????

Seperti teka-teki aku cerita dengan gamblangnya dan terus menerus mengutarakan kata demi kata, tapi perlu di ingat mereka mungkin sebenarnya tidak mengerti masalah yang sedang aku hadapi, aku cukup berterima kasih dengan perkataan yang cukup membuat goyah, dengan prasangka yang tidak benar, dan rasa penasaran, tapi aku yakin suatu saat akan ada waktu dimana aku hanya perlu mengingat apa telah aku lewati.

Terima kasih banyak Ya Allah, telah Kau berikan segalanya untukku sehingga hidup ini tidak terasa kosong, ampuni aku telah salah karena meragukan kekuatan do'a, aku tau selama aku berada di jalan yang Engkau Ridhoi, aku akan selalu memperoleh segala pertolongan, lindungi aku dari jalan yang tidak Engkau Ridhoi, Aamiin . . .

Kamis, 14 Desember 2017

Mencuri Perhatian

Gue harus yakin kalau Wonder Woman itu ngga ada, ibu gue bukan Wonder Woman sesungguhnya, dia hanya seorang ibu-ibu yang omelannya sangat kuat dengan kecepatan 360 kata permenit, hitung aja deh tuh secepet gimana, jeda atau koma ngga ada pastinya.

Tapi ajaibnya gue selalu terhipnotis dengan semua kata yang terlontar, seketika aja gitu gue seperti di cuci otaknya dan langsung percaya aja. Emang dasarnya dia Guru Bahasa Indo jga sih mungkin kadang ada ngarang dikit gitulah, tapi kerennya gue nanya apapun dia pasti bisa jawab dan dari situ gue semakin yakin kalau emak gue pinter (padahal ga tau deh).

Oke gue ngga akan ngebahas mamake, yang jelas gue sayang banget. Gue kadang nyeritain diri gue sendiri, nyindir diri sendiri, biar diri sendiri sadar, eh malah ada aja yang ngerasa tersinggung, eh sorry yh gue ngga bermaksud . . .
  
Gue pikir semua orang itu punya manner atau sikap masing-masing, dan normalnya banyak orang yang mencoba untuk mempertahankan keberadaannya atau istilahnya itu exist, mereka menunjukan sesuatu atau show of tentang kehidupan yang dia anggap menarik dan sebagai hasilnya dia mendapatkan perhatian, entah itu pujian atau apapun dari banyak orang, semakin kesini semakin banyak yang kaya gitu, mereka seperti haus akan itu, memperlihatkan sesuatu yang sebenarnya ngga menarik banget tapi dia anggap hebat.

Oke, ngga ada yang salah dengan itu, itu hak semua orang, tapi gue mulai aneh, banyak cara yang bisa lu lakuin buat menarik perhatian orang, apapun bisa menurut gue, dan guepun sama mungkin ini cara gue buat menarik perhatian dengan cara nulis di blog, terus gue share ke sosmed gue, terus nanti syukur ada yang baca atau ngga peduli sama sekali.

Tapi bukan itu point yang mau gue kasih tau, gue cuma mau bilang hidup kita berharga men, padahal semua orang jg udah tau sih, (so soan padahal hidupnya gitu-gitu aja sih gue), gue cuma mau ngasih tau kita makan buat hidup, atau hidup buat makan???? pusingkan nah lho, yah menurut gue sih kita makan buat bertahan hidup sih jadi kita harus sadar, terus korelasinya apa sama yang tadi, nah perhatian juga gitu men kita hidup bukan buat mendapatkan perhatian, lu mau show of apapun di manapun real ataupu ngga yah terserah, bersembunyi di balik sosmed lu yah terserah, everyone can do it, yah selama sosmed jadi motivasi atau kepentingan lainnya okelah, beda ceritanya kalau lu udah ngga punya batesan dan lu merasa bener dengan semua yang lu lakuin.

Emangnya dengan perhatian yang ada lu bakal bahagia??? kayanya ngga deh, lu bakal meresa kurang dan terus ingin merasa lebih, awas lho lingkaran setan itu (gila serem juga yh), ngga ada orang yang mati gara-gara gak di perhatiin, kalaupun ada itu emang dia punya kelainan kali, atau dalam keadaan tertentu (bayi, sakit, manula dsb), atau lu jadi pablik pigur aja sekalian biar banyak yang merhatiin. Sewajarnya aja, saat tidak ada yg mulai merasa terganggu dengan itu.

Gue ngerasa sedih saat gue ngga bisa membawa diri gue di posisi atau keadaan yang orang liat itu pas buat gue, artinya saat semua orang mikir sesederhana yang mereka kehendaki, secara ngga langsung emang harus kaya gitu. Contoh banyak orang yang berpendapat dan sudah bisa menerka masa depan gue, mereka kepo apapun yang gue lakuin sekarang (pd banget anjir, eh aslinya inimh emang gitu ngga bohong). Saat ada hal yang gak sesuai mereka mulai berasumsi, gue sih gpp gak masalah dengan itu, tapi orang terdekat gue beda nanggepinnya, gue mulai risih saat orang tersayang gue merasa tertekan gara-gara gue.

Udah banyak banget yang bilang, udah jangan dengerin mereka, gue sih ngga tapi emak gue beda men, ah sudahlah . . .
Gue ngerasa gue bener, tapi gue juga salah, dan gue ngga pernah mencoba buat menyalahkan orang lain, ini masalah gue, hidup gue, udah itu aja. Kadang gue males ngobrol sama semua orang, karena gue udah bisa nebak apa yang bakal mereka bilang, ironi sih gue ngga ngerti sedang berada di mana? apa gue optimis karena gue yakin pasti bisa melewati keadaan ini, atau bahkan pesimis karena gue masih diam. Gue lebih suka mendengar semua kata yang terucap, daripada mengucapkan. 

Penutupnya, apa gue harus nyumpahin orang-orang yang suka nyepam di sosmed????? hhahahahaha ngga lah maafin, intinya lu bisa jadi apapun yang lu mau, tapi gue saranin jadi diri sendiri aja deh, dan gue pun sama belajar menerima semua yang ada, yang telah terjadi, yang gue punya semua beserta raya syukur, thank God for everything . . .

 

Selasa, 05 Desember 2017

Kebohongan

Hari - hari gue seperti biasanya, membosankan dan sangat terasa krik krik, sudah lama merasa hidup bagaikan goblin sebatang kara di dunia . . .
Terus tadi gue pergi ke perpus satu - satunya tempat yang sering gue kunjungi sekarang selain ruang bimbingan dosen gue, sebagai mahasiswa gue emang malesan gila, rajin ke perpus pas awal jadi mahasiswa dan akhir seperti sekarang ini (tolong jangan di tiru yah) . . .

Gue mikir gue emang hantu yang masih berkeliaran di kampus padahal seharusnya gue udah ga berkeliaran lagi. Seperti hantu penasaran yang masih punya urusan di dunia padahal dia udah harus pergi dari situ.

Tadi gue ketemu temen gue Iwan si ketua KKN pas gue bareng 9 orang lainya termasuk dia menjadi anggota KKN di Sumedang. Iwan baik sih orangnya, sebagai mahasiswa yg aktif di berbagai organisasi okelah jadi seorang ketua, tapi dia terlalu ambisius sih buat orang2 senyantai kita, jadinya banyak hal yg bersinggungan. (Maaf yh Iwan aku nulis di blog, yaudah sih kan ga baca jg wkwkwkwk).

Dia awalnya ngga ngeuh kalau ada cewek aneh manggil2 nama dia, sambil dadah2 ga jelas, tapi lama2 dia sadar juga, baru deh kita ngobrol. Iwan sekarang sedang melanjutkan study S2 di UPI jg keren yh dia, seperti temen2 yg lain di KKN banyak jg yg melanjutkan, gue??? jangan ditanya S1 aja udah cukup, sekarang Iwan terlihat berbeda dia lebih ramah dan banyak senyum, mengingat dulu kita kurang baiklh ending KKN nya karena ada masalah. Terus pas terakhir gue minta maaf soalnya gue takut punya salah tapi dia malah aneh karena ngga ada yg perlu dimaafin toh gue ngga bikin salah, tapi gue ngerasanya harus minta maaf dan setelah itu gue ngerasa plong aja gitu, yaudah sih intinya seseorang itu bisa berubah dan gimana kita menghadapinya. Makasih yah teman2  . . .

Sekarang gue ngerti ternyata segala sesuatu itu dapat terjadi tanpa di sangka2, seperti teori Fisika Kuantum ada banyak probabilitas yang dapat terjadi tetapi dari banyaknya probabilitas setelah melalui proses yang panjang dan pedekatan atau teorema dan postulat dari sana akan menghasilkan 2 kesimpulan ya atau tidak, baik atau jelek, dekat atau jauh, 1 atau 0, dsb. (maafin klo salah aku udah lupa lama ngga kuliah). Nah gue jadi berkaca pada hidup sendiri. Oke ngomong apasih, so jujur gue banyak berbohong, kebohongan gue mungkin sudah sangat melimpah.

Gue bohong kalau gue kuat, gue bohong saat gue terus berusaha bertahan padahal dalam hati ngedumel, gue bohong kalau gue siap di tinggalin banyak temen gue, gue bohong saat gue bilang baik2 aja. terus gue minta perhatian??? terus ngue minta simpati???? dengan nulis blog???? ngga men ga usah, gue cuma sedang menyusun puzzle kehidupan gue biar bisa tersusun seperti orang2. Gue seneng saat ada sedikit demi sedikit perubahan walaupun membutuhkan banyak waktu. Gue berusaha meyakinkan diri sendiri . . .
 
Gue mulai berhenti bertanya pada diri sendiri seperti yang orang2 tanyain ke gue, gue udah mulai bisa menerima segala konsekuensinya, gue mulai merasa sama seperti yang lain gue ngga harus mundur lagi, gue ngga boleh sedih, gue pasti bisa. . .

Senin, 04 Desember 2017

Menjadi Manusia

Semua seperti mimpi, berjalan dengan sendirinya, aku tidak percaya mengapa mereka bisa sangat cepat, berpikir, pertindak, bahkan berbicara, semua terasa sulit untukku.

Aku seperti memiliki frekuensi yang berbeda. Aku tidak mengenal duniaku, aku kesal kenapa masih ada yang iri jika alasannya karena kebaikan bukankan dia jg dapat menjadi baik. Aku tidak merasa hebat karena aku tidak memiliki apapun. Harapan aku tidak yakin terlalu menyebalkan. Tapi yang sangat aku inginkan hanyalah kebebasan tanpa batas. Bebas di benakku yg terdengar liar tapi sebenarnya tidak, bebas tanpa harus merugikan diri sendiri bebas memilih jam tidur yg kamu inginkan. Bebas dari suara2 hantu tentang aturan hidup mu. Well itu semua sulit. Tidak ada manusia yg ingin dilupakan atau bahkan tak di anggap mereka haus akan perhatian dan pujian, aku pikir itu gila untuk apa aku menginginkannya. Aku benci situasi itu . . .

Seseorang pernah bilang kepada ku, apa yg kamu pikir tidak seperti yg mereka pikir, aku jg mulai bisa memahami jika aku menolong seseorang apakah aku boleh pamrih walau hanya untuk ucapan terima kasih?????? Faktanya setiap orang itu egois mereka akan mementingkan dirinya sendiri ketimbang orang lain. Yah kamu selalu menuntut orang untuk berada di jalan yg sama sepertimu, kenapa kamu tidak mencoba untuk memahami orang lain dan merasakan berada di jalannya. Oke, tidak ada manusia yg seperti malaikat, bunda Theresa tetaplh manusia sekalipun hatinya seperti malaikat. Keadilan yg sempurna hanyalah keadilan Tuhan, Ghandi tetaplah manusia seadil apapun sikapnya. 

Saat orang lain sudah mewujudkan mimpinya, aku masih di titik yg sama dengan segala keraguan yg ada. Dengan zona nyaman yg sama dan kehidupan yg berulang. . .