Terima kasih banyak untuk semua yang aku lewati, dapatkan, rasakan, dan semuanya itu membuatku bahagia. Untuk seseorang yang membenciku terima kasih telah mengajarkanku untuk bersikap lebih dewasa sehingga aku bisa mengintropeksi diri agar lebih baik dan tidak jadi bahan bencian lagi. Untuk semua yang telah menyempatkan waktunya walau hanya satu detik untuk mengingatku sehingga menganggap keberadaanku. Untuk semua yang bersedia mendengarkan ocehan ku yang membuatku lega telah menyampaikan unek-unek yang sebenarnya tidak penting. terima kasih banyak aku sangat bahagia memiliki kalian . . .
Selasa, 18 Maret 2014
seperti ini
saat kebahagiaan datang, bukankah lebih baik untuk membagi . . .
saat kesedihan menghampiri, cukup aku saja yang merasakan . . .
seperti inikah balasannya ????
kebaikan yang mepuni dibalas dengan kebencian yang menghantui
memang jahat, kau membenci tanpa alasan pasti
pernahkah aku berbuat salah ???
kenapa kamu ini ???
terkadang bagaikan malaikat, dan terkadang menjelma bak iblis
seperti itukah wujud nyatamu ???
kamu membenci orang lain, jangan harap orang lain tak membencimu !!!
kamu bukan no satu, ingat diatas langit masih ada langit
kamu memang hebat dapat memiliki semua yang kamu ingin
ada yang memberikan apapun saat kamu minta tanpa susah
ribuan senyum kamu dapatkan
kamu adalah kamu
dan aku adalah aku
aku yang seperti ini . . .
Kamis, 06 Maret 2014
MARET
Putaran satu tahun aku tapaki lagi di bulan ini, waktuku mulai berkurang dan terus seperti itu, seperti jam pasir yang terus berkurang hingga habis tak bersisa, apalagi semua ini . . .
terima kasih telah berikan permata hati yang menjelma sebagai dewi penyelamat, yang bersedia melemparkan senyumnya untukku, aku bersyukur atas itu . . .
tak butuh pujian, meski terkadang aku terharu jika ada serangkai kata yang baik membuatku bertanya dalam benak benarkah itu ?? apa sedang berbohong ?? entahlah . . .
hai . . .
Maret beri aku kejutan, dan kebahagiaan yang membuatku semakin dekat dengan Nya, ingatkan aku untuk terus mensyukuri semua yang telah ku terima dalam hidup ini :D
Sabtu, 14 Desember 2013
DESEMBER
Hai Desember . . .
aku masih disini mencoba bertahan
aku harus menghadapinya
aku tau
Sampaikan pada Januari
aku memberikan harapan . . .
aku masih disini mencoba bertahan
aku harus menghadapinya
aku tau
Sampaikan pada Januari
aku memberikan harapan . . .
Rabu, 13 November 2013
bingung
tanda tanya yang penuh dalam benak, menyeruak ke permukaan hingga terbersit guratan-guratan mimik beradu dengan lamunan, ingin hati hendak bertanya ada apa mengapa, tapi pada siapa dia bertepi, jawaban keragu-raguanpun muncul tanpa perintah menerka jawaban yang semakin sesak saling berebut untuk keluar dari pikiran. sebenarnya aku ingin tahu kenapa seseorang tak menyambut senyumku? kenapa tak ada kata yang terlontar untukku? kenapa tak satupun balasan dari pesanku? kadang aku berpikir apakah mungkin seseorang akan pergi dari hidupku? mengapa waktu begitu lama dan tak bersahabat saat aku menunggunya?
kini kebingungan mulai menggoda, mungkin aku berbuat salah? atau aku telah menyayat hatinya tanpa aku sadari? sebenarnya apa yang terjadi? jangan sita waktuku! terlalu banyak yang harus aku pikirkan! kembalikan pikiranku!
aku tau . . .
teman . . .
senyumannya tak bersambut lagi sekarang
dia seperti dulu lagi, seperti kita tak pernah bertemu
kamu anggap duniamu telah hancur
akupun mengerti rasanya jika sepertimu
kawan . . .
sampai kapan kan sesali kepingan kisahmu
yang telah hancur, usang tak tersentuh
sudahi saja kisahnya
anggap saja itu yang terbaik
sahabat . . .
genggamlah tanganku
aku ingi berlari bersamamu
tarik nafas panjang dan bersiaplah
kita akan berlari menyebrangi dunia yang hampir tenggelam . . .
Senin, 11 November 2013
si penghancur
seperti sesuatu yang asing masuk kedalam tubuhku dengan cepat menghancurkan sistem saraf dalam otak, hingga aku tidak mengenali perintah yang harusnya aku patuhi, tak mengenal siapa diri ini, membuatnya seperti doktrin yang melekat tertanam dalam mental, separah itukah?? saat senyuman yang ingin aku lemparkan sama sekali tidak tergurat dalam wajahku, hingga membuat semuanya jadi salah, yang tersisa hanyalah tatapan dingin menusuk saling bertanya. dengan sekejap bayangannya selalu menempel seakan bagian dari hidup ku. kenapa seharusnya rasa manis berubah menjadi tak karuan seperti ini, dari mana sebenarnya harus aku mulai, biarkan saja tanpa adanya sebab akibat, atau angin yang akan menyampaikannya, virus apa sebenarnya??? aku benar-benar tidak mengerti dan masih menerka-nerka, seperti sel kangker yang semakin lama semakin berkembang.
Langganan:
Postingan (Atom)